Pengaruh Self-talk terhadap Aprehensi Komunikasi pada Remaja di Kota Banjarmasin

Nur Azkia Ramadhani, Astinana Yuliarti

Abstract


Aprehensi komunikasi (kecemasan komunikasi) merupakan perilaku yang normal, namun menjadi sebuah masalah serius apabila kecemasan tersebut dari waktu ke waktu terus meningkat, kemudian berdampak individu menarik diri dan hanya berbicara ketika ditanya. Dari berbagai kelompok umur tingkat menengah mengambil pendidikan tinggi, Tujuan dari penelitian ini guna mengukur sejauh mana pengaruh self-talk terhadap kecemasan komunikasi pada remaja di wilayah Kota Banjarmasin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Sampel pada penelitian berjumlah 383 remaja di Kota Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan melalui metode regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self-talk terhadap aprehensi komunikasi pada remaja di Kota Banjarmasin. Hal tersebut sesuai dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (8,588 > 1,966), sehingga hipotesis alternatif () diterima dan hipotesis nol () ditolak. Selain itu, nilai R square sebesar 0,162 menunjukkan bahwa variabel self-talk memiliki pengaruh sebesar 16,2% terhadap variabel aprehensi komunikasi.


Full Text:

PDF

References


Hardy, J. (2006). Speaking clearly: A critical review of the self-talk literature. Psychology of Sport and Exercise, 7(1), 81–97. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2005.04.002

Hidayat, Y. (2011). Reviu self-talk: Konsep, dimensi, dan perspektif teori. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 3(1), 65–76.

McCroskey, J. C., & Beatty, M. J. (1984). Communication apprehension and accumulated communication state anxiety experiences: A research note. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/03637758409390185

Mustary, E. (2020). Hubungan Antara Self-Talk Positif dan Communication Apprehension Pada Mahasiswa BKI IAIN Parepare. Komunida: Media Komunikasi Dan Dakwah, 10(01), 135–147. https://doi.org/10.35905/komunida.v7i2.http

Nurudin. (2004). Sistem Komunikasi Indonesia.

Powell, R. G., Caseau, D., Powell, R. G., & Powell, D. L. (2004). Classroom Communication and Diversity. In Classroom Communication and Diversity. https://doi.org/10.4324/9781410610294

Prasetyo, A. (2017). COPE Method Implementation Program to Reduce Communication Apprehension Level in Full Day Yunior High School Students. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 55(1).

Reyhan, R. (2019). Pengaruh Trait Kepribadian, Self-Esteem, dan Jenis Kelamin Terhadap Kecemasan Berkomunikasi Mahasiswa Fakultas Psikologi Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. TAZKIYA: Journal of Psychology, 6(2), 257–268. https://doi.org/10.15408/tazkiya.v6i2.11002

Setyastuti, Y. (2012). Aprehensi Komunikasi dalam Komunikasi Antarpribadi. Jurnal Komunikator, 4(2), 72–79. http://journal.umy.ac.id/index.php/jkm/article/view/198/154

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.