PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF PELET
Abstract
Untuk sekarang ini telah banyak dikembangkan biomassa yang berbahan bonggol jagung untuk energi alternatif seperti misalnya pada pembuatan briket ataupun pelet. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pembakaran yang dapat dihasilkan dari pelet bonggol jagung. Serbuk bonggol jagung yang digunakan sebanyak 200 gr dengan campuran tepung tapioka dan air, dengan persentase 50%, 75% dan 100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada percobaan perekat 50% penyalaan awal diperlukan waktu 2-3 menit dengan suhu yang dihasilkan 542◦C dan laju pembakaran 48 per menit serta hasil sisa pembakaran sebanyak 7gr. Untuk perekat 75% penyalaan awal diperlukan waktu 2-3 menit dengan suhu yang dihasilkan 547◦C dan laju pembakaran 39 per menit serta hasil sisa pembakaran sebanyak 13gr. Sedangkan pada perekat 100% penyalaan awal diperlukan waktu 3-4 menit dengan suhu yang dihasilkan 6110C dan laju pembakaran 34 per menit serta hasil sisa pembakaran sebanyak 9gr. Hasil dari ketiga pengujian menunjukkan bahwa perekat 100% menghasilkan penyalaan awal yang baik, laju pembakaran yang cepat dengan suhu yang dihasilkan optimal sehingga pelet bonggol jagung cocok dijadikan bahan bakar alternatif biomassa.
Currently, biomass has been developed made from corn cobs for alternative energy, such as making briquettes or pellets. This research aims to test how much combustion can be produced from corncob pellets. 200 grams of corn cob powder was used with a mixture of tapioca flour and water, with percentages of 50%, 75% and 100%. The test results showed that in the 50% adhesive experiment initial ignition took 2-3 minutes with a resulting temperature of 542◦C and a burning rate of 48 per minute and a combustion residue of 7g. For 75% adhesive, initial ignition takes 2-3 minutes with a resulting temperature of 547◦C and a burning rate of 39 per minute and a combustion residue of 13g. Meanwhile, for 100% adhesive, initial ignition takes 3-4 minutes with a resulting temperature of 611◦C and a burning rate of 34 per minute and a combustion residue of 9g. The results of the three tests show that 100% adhesive produces good initial ignition, a fast burning rate with an optimal temperature so that corncob pellets are suitable as an alternative biomass fuel.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Chairiyah, N. (2021). Dasar Agronomi. Syiah Kuala University Press.
Church, D. C. (1993). The ruminant animal: Digestive physiology and nutrition. Waveland Press.
Desti, I. (2022). Literature review: Upaya energi bersih dan terjangkau. Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI), 4(1).
Fadilah, S. N., & Arimbawa, I. M. (2023, November). Biosorben Tongkol Jagung Untuk Mereduksi Logam Fe Pada Irigasi Sawah Disekitar TPA Pakusari Jember. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (Vol. 11, No. 1, pp. 439-446).
Fikri, M., Sunardi, A., & Zaenudin, M. (2023). Analisis Perbandingan Komposisi Biobriket Berbahan Baku Tempurung Kelapa dan Kayu Rambutan dengan Perekat Pati Kanji dan Molase. Jurnal Crankshaft, 6(3), 59-67.
Grover, P. D., & Mishra, S. K. (1996). Biomass briquetting: technology and practices (Vol. 46). Bangkok, Thailand: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Haryanto, T. (2020). "Inovasi Mesin Pertanian untuk Peternakan Berkelanjutan." Jurnal Teknologi dan Inovasi Pertanian, 12(3), 45-56.
Pramudi, M. I., Marsuni, Y., Salamiah, S., Lestari, R., catria Fikasari, D., & Bersinar, S. (2024). Potensi Galam (Melaleuca Cajuputi) Sebagai Pestisida Nabati Dalam Menekan Serangan Spodoptera Frugiperda Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). J-PEN Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(2).
Purnomo, C. E., Haryanto, A., Wisnu, F. K., & Telaumbanua, M. (2022). Torefaksi pelet tandan kosong kelapa sawit menggunakan reaktor putar. Jurnal Agricultural Biosystem Engineering, 1(1).
Rahardja, I. B., Hasibuan, C. E., Dermawan, Y., & Kristono, S. N. (2021). Pembuatan Briket dari Fiber Kelapa Sawit Berperekat Tepung Tapioka dengan Metode Pembakaran Biasa (Karbonisasi). Jurnal Citra Widya Edukasi, 13(1), 45-52.
Rahmadani, R., Hamzah, F., & Hamzah, F. H. (2017). Pembuatan briket arang daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan perekat pati sagu (Metroxylon sago Rott.) (Doctoral dissertation, Riau University).
Ridhuan, K., Irawan, D., & Inthifawzi, R. (2019). Proses pembakaran pirolisis dengan jenis biomassa dan karakteristik asap cair yang dihasilkan. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 8(1), 69-78.
Suganal, S., & Hudaya, G. K. (2019). Bahan bakar co-firing dari batubara dan biomassa tertorefaksi dalam bentuk briket (Skala laboratorium). Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 15(1), 31-48.
DOI: https://doi.org/10.20527/jtam_rotary.v7i2.15755
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JTAM ROTARY
Editorial Address
Department of Mechanical Engineering, Engineering Faculty, Lambung Mangkurat University
Jl. Jenderal Achmad Yani Km. 35,5 Banjarbaru Telp. (0511)-4773858 Fax. 0511-4773858.
HP: 0853-3262-2556 (Andy Nugraha)
E-mail: j[email protected], [email protected]
Home Page: http://bit.ly/JurnalRotary

JTAM ROTARY Under License Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. Department of Mechanical Engineering, Engineering Faculty, Universitas Lambung Mangkurat






1.png)

