Hubungan konflik peran ganda ibu bekerja dengan keharmonisan keluarga yang memiliki anak penyandang autis

Erma Lidiya Rahnitusi(1*),Sukma Noor Akbar(2),Emma Yuniarrahmah(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v3i2.2656

Abstract

ABSTRAK

 

Kehadiran anak penyandang autis memberikan tantangan tersendiri bagi keluarga, khususnya ibu. Hal ini berhubungan dengan masalah pengasuhan anak dengan gangguan autis tidak semudah mengasuh anak tanpa gangguan perkembangan yang menyebabkan ibu harus ekstra 24 jam mengawasi anaknya yang berpengaruh pada pekerjaan dan waktu istirahat ibu sehingga diperlukan hubungan harmonis antar keluarga untuk bekerjasama dengan baik dalam hal pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konflik peran ganda ibu yang bekerja dengan keharmonisan keluarga yang memiliki anak penyandang autis di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang ibu bekerja yang memiliki anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil analisa data menggunakan korelasi tata jenjang Spearman’s rho yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dari konflik peran ganda terhadap keharmonisan keluarga. Konflik peran ganda memiliki hubungan terhadap keharmonisan keluarga sebesar 42,6% sedangkan 57,4% memiliki hubungan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konflik peran ganda ibu bekerja memiliki hubungan negatif dengan keharmonisan keluarga yang memiliki anak penyandang autis.

 

Kata Kunci: Konflik Peran Ganda, Keharmonisan Keluarga, Ibu Bekerja.

 

ABSTRACT

 

The presence of children with autism provides a challenge for the family, especially the mothers. It is related to parenting issues of children with autism that are not as easy to take care as children without a developmental disorder that takes the mothers 24 hours to look after their children with autism, which affects the mothers’ work period and rest time. It is, therefore, necessary to keep a harmonious relationship among family members to work well together in terms of child care. The objective of this study was to find out the relationship between the dual role conflict of working mothers and the harmony of family having children with autism in Banjarmasin and Banjarbaru. Subjects in this study were 30 working mothers who had children with autism. The method used in this study was a quantitative method. The results of data analysis using Spearman's rho correlation indicated that there was a significant relationship between dual role conflict and family harmony. The dual role conflict had a relationship with the family harmony by 42.6%, while the remaining 57.4% with other variables not examined in this study. Based on the results of the study, it can be concluded that the dual role conflict of working mothers possessed a negative relationship with the harmony of family having children with autism.

 

Keywords: dual role conflict, family harmony, working mothers

 

Keywords


Konflik Peran Ganda, Keharmonisan Keluarga, Ibu Bekerja.

References


Burrows, R. (2010).Is Anyone Listening? A report on stress, trauma and resilience and the supports needed by parents of children and individuals with ASD and professionals in the field of Autism in Nothern Ireland. Northern Irelands Autism Charity. Diakses tanggal 02 Maret 2015 dari http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.autismni.org%2Fattachments%2Fdownload%2F274%2FIs%2520Anyone%2520Listening%25202010%25281%2529.pdf&ei=V3cMVee0LIuhugS5xIGoDQ&usg=AFQjCNEOdecgxmnyq9bhPeXGQNfrioq_FQ&bvm=bv.89060397,d.c2E&cad=rja

Cohen, D.J. & Volkmar, F.R. (1997). Handbook of Autism and Pervasive Development Disorder. New York: John Wiley & Sons Inc

Davis, N.O. & Carter, A.S. (2008). Parenting Stress in Mothes and Fathers of Toodlers with Autism Spectrum Disorders: Associations with Child Characterictic. Journal of Autism Development Disorders. 38, 1278-1291. Diakses tanggal 02 Februari 2015 dari https://www.google.com/search?sclient=psyab&btnG=Telusuri&q=parenting+stress+in+mothers+and+fathers+of+toddlers+with+autism+spectrum+disorders%3A+association+with+child+characterustic+pdf

Diana, B. (2006). Gambaran Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri yang mempunyai Anak Autisme. Tesis. Depok: Universitas Indonesia. Diakses tanggal 15 Oktober 2014 dari http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/green/data.pdf

Fatimah, L. (2010). Hubungan Persepsi Anak terhadap Keharmonisan Keluarga dan Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar. Tesis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Diakses tanggal 12 Desember 2014 dari http://eprints.uns.ac.id/3120/1/Tesis-Listriana_Fatimah.pdf

Friedman, M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik. Jakarta: EGC

Greenhaus, J.H. & Beutell. (1985). Sources of Conflict Between Work and Family Roles. Academy of Management Review. 10, 76-88. Diakses tanggal 24 Desember 2014 dari http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCMQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.researchgate.net%2Fprofile%2FNicholas_Beutell%2Fpublication%2F259309989_Sources_of_Conflict_between_Work_and_Family_Roles%2Flinks%2F0deec52af2b2f1e335000000.pdf&ei=64EJVea5LpScuQTYgIK4AQ&usg=AFQjCNFcgdEXr_xDDX5puG97LhbvgRDRA&sig2=PyrYQZyVZsLYoA84A7pjEw&bvm=bv.88198703,d.c2E

Hartono. (2008). SPSS 16 Analisa Data Statistika dan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Maria, U. (2007). Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga dan Konsep Diri terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Tesis. Yogyakarta: Program Studi Psikologi Universitas Gajah Mada. Diakses tanggal 08 September 2014 dari http://www.damandiri.or.id/file/Tesis_Ulfah%20Maria.pdf

Murni, A. (2004). Hubungan Persepsi terhadap Keharmonisan Keluarga dan Pemantauan Diri dengan Kecenderungan Perilaku Delinkuen pada Remaja. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Diakses tanggal 15 Oktober 2014 dari https://www.google.com/search?q=tesis+murni+2004+hubungan+persepsi+keharmonisan+keluarga&oq=tesis+murni+2004+hubungan+persepsi+keharmonisan+keluarga

Priyatno, D. 2010. Paham Analisis Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom.

Safaria, T. (2005). Autisme Pemahaman Baru untuk Hidup Bermakna Bagi Orang Tua. Yogyakarta : Graha Ilmu

Suardiman. (1990). Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Susanto, (2009). Analisis Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga terhadap Kepuasan Kerja Pengusaha Wanita di Kota Semarang. Jurnal Aset Universitas Diponegoro. 12, 75-85. Diakses tanggal 11 Desember 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=200266&val=6617&title=Analisis%20Pengaruh%20Konflik%20KerjaKeluarga%20terhadap%20Kepuasan%20Kerja%20Pengusaha%20Wanita%20di%20Kota%20Semarang


Article Statistic

Abstract view : 972 times
PDF views : 1276 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 27 January 2017
Published : 27 January 2017

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Erma Lidiya Rahnitusi, Sukma Noor Akbar, Emma Yuniarrahmah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.