Hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin
Abstract
Kecerdasan spiritual sangat penting bagi perawat agar bersikap humanis, menjaga hubungan yang baik terhadap pasien, dan menunjukkan rasa kepedulian perawat terhadap pasien agar terjuwudnya perilaku prososial. Pencarian makna bagi perawat mampu mengaitkan pemberian pelayanan keperawatan atas dasar ibadah pada Tuhan dan pertolongan bagi manusia yang membutuhkan yaitu pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Subjek pada penelitian ini yaitu 34 perawat Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan spiritual dan skala perilaku prososial, sedangkan analisis data menggunakan menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Sebelum dilakukan uji korelasi, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh berdstribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu kecerdasan spiritual sebesar 0, 200 dan perilaku prososial sebesar 0,200. Adapun hasil analisis korelasi dengan menggunakan 34 subjek yaitu r = 0,575 dengan p =0,000(p < 0,05). Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin.
Kata Kunci : Kecerdasan Spritual, Perilaku Prososial, Perawat
Spiritual intelligence is essential for nurses to be humane, to maintain a good relationship with patients, and to show a sense of caring to patients in order to manifest prosocial behavior. The searching for the meaning for the nurses is able to connect the provision of nursing services to the duty on the basis of worship to God and the help for people, patients, who need it. The aim of this study was to find out the relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior in nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin. The subjects in this study were 34 nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Data were collected using a scale of spiritual intelligence and a scale of prosocial behavior while the data were analyzed using Pearson product moment from Karl Pearson. Before the correlation test was conducted, the normality test was performed.The results of normality test showed that the distribution of the data was normal with a significance value greater than 0.05, namely the spiritual intelligence value by 0.200 and prosocial behavior 0.200. The results of the correlation analysis on 34 subjects indicated that r = 0.575, with p = 0.000 (p < 0.05). Thus this study proved that there was a fairly strong positive relationship between spiritual intelligence variable and prosocial behavior variable in nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin.
Keywords : spiritual intelligence, prosocial behavior, nurses
Keywords
References
Asih, G. Y., & Pratiwi, M. M. S. 2010. Perilaku Prososial Ditinjau Dari Empati Dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus, 1 (1). Diakses tanggal 7 Maret 2015, dari http://www.google.co.id.
Azwar, S (a). 2012. Reliabilitas Dan Validitas. Edisi IV. Cetakan II. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Azwar, S (b). 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Baron, R. A., & Byrne, D. 2005. Psikologi Sosial. Edisi Kesepuluh. Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Bringham, J. C. (1991). Social Psychology. Edisi 2. New York: Harper Colling Publisher Inc.
Frisnawati, A. (2012). Hubungan Antara Intensitas Menonton Reality Show Dengan Kecenderungan Perilaku Prososial Pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 1 (1). Diakses tanggal 11 oktober 2015, dari http://www.google.co.id.
Haryati, T. D. 2013. Kematangan Emosi, Religiusitas dan Perilaku Prososial Perawat Di Rumah Sakit. Jurnal Psikologi Indonesia, 2 (2), 162-172. Diakses Tanggal 23 Februari 2015, Dari http://www.google.co.id
Jena, L. K., Bhattacharya, P., Hati, L., Ghosh, D., & Panda, M. 2014. Emotional Intelligence & Prosocial Behaviour: Multidimensional Trait Analysis of Technical Students. Journal of Strategic Human Resource Management, 3 (2). Diakses tanggal 11 Oktober 2015, dari https://www.google.com
Lockwood, P. L., Cardoso, A. S., & Viding, E. 2014. Emotion Regulation Moderates the Association between Empathy and Prosocial Behavior. Journal of Psychology and Language Sciences, University College London, London, United Kingdom, 9 (5) Diakses tanggal 11 Oktober 2015, dari www.google.com
Myres, D. G. 2012. Psikologi Sosial (Social Psychology). Edisi 10. Jilid 2. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.
Priyatno, D. 2010. Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta : Mediakom
Safaria, T. 2007. Spritual Intellegency Metode Pengembangan Kecerdasan Spritual Anak. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sabiq, Z,. & Djalali, M. A. 2012. Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual dan Perilaku Prososial Santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pamekasan. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 53-65. Diakses tanggal 23 Februari 2015, dari http://www.google.co.id
Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta : Salemba Humanika.
Sugiono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif , Kualititatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Wahab, A., & Umiarso. 2011. Kepemimpinan Pendidikan Dan Kecerdasan Spritual. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Zohar, D., & Marshall, I. 2007. (SQ) Kecerdasan Spiritual. Bandung: Mizan.
Article Statistic
Abstract view : 2753 timesPDF views : 3207 times
Dimensions Metrics
Article History
Submited : 27 January 2017Published : 27 January 2017
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Ridha Wahyuni, Marina Dwi Mayangsari, Rahmi Fauzia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

