Prasangka sosial warga di kawasan pertambangan

Neka Erlyani(1*)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v1i1.483

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengetahui gambaran prasangka sosial masyarakat di kawasan pertambangan. Subjek penelitian adalah dua orang warga yang tinggal di kawasan pertambangan pasir dan batubara desa Timbung Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.  Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Warga Desa Timbung tidak berprasangka sosial terhadap tambang pasir. Hal ini dikarenakan mereka beranggapan tambang pasir memiliki banyak keuntungan daripada kerugian, sumber mata pencaharian utama dan turun menurun. Berbeda dengan tambang batubara,  Warga Desa Timbung berprasangka sosial negatif terhadap adanya tambang batubara yang lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan serta sosial mereka, memberikan pengalaman buruk serta komunikasi yang kurang baik dari perusahaan terhadap warga. 


This study is a qualitative research to reveal the social prejudice in the mining area. Subjects were two people who live in the sand and coal mining , Timbung  village, Tapin, South of  Kalimantan. This study uses the technique of in-depth interviews and non-participant observation. The results of this study found that the people do not social prejudice against to sand mining. This is because they assume sand mining has many advantages than disadvantages, and the main source of livelihood to the next. Unlike the coal mining, People negative social prejudice against the presence of coal mining more negative impact on the environment and their social, give a bad experience, poor communication from the company to the people.

 

Keywords


Prasangka Sosial, Kawasan Pertambangan, Tambang Pasir, Tambang Batubara

References


Ahmadi, A. (2007). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Altman, I. (1975). The Environment and Social Behaviour. England: The MIT Press.

Anonym. Potensi daerah bidang Pertambangan dan Energi. Artikel online. www.bkpmd.kalselprov.go.id. Diakses pada 17 Desember 2012

As’ad. (2005). Pengelolaan Lingkungan pada Penambangan Rakyat (Studi Kasus Penambangan Intan Rakyat di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan). Semarang. Universitas Diponegoro.

Baron, R. A. & Byrne, D. (2004). Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh: Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Brown, R. (1995). Prejudice: Its Social Psychology. Oxford UK: Blackwell.

Dyahwanti, I. (2007). Kajian Dampak Lingkungan Kegiatan Penambangan Pasir pada Daerah Sabuk HIjau Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung. Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang.

Kartono, K. (1996). Pengantar Metodologi Research Sosial, Bandung: Mandar Maju.

Moleong, L. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nuraeni, dkk. (2006). Faktor Prasangka Sosial dan Identitas Sosial dalam Perilaku Agresi pada Konflik Masyarakat (Kasus Konflik Masyarakat Bearland dan Masyarakat Palmeriam Matraman Jakarta Timur). Jurnal Sosiosains, 19(1): 1-15.

Nurdin, dkk. (2000). Agenda 21 Sektoral Agenda Pertambangan untuk Pengembangan Kualitas Hidup Secara Berkelanjutan. Proyek Agenda 21 Sektoral Kerjasama Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan UNDIP. Jakarta

Sarwono, S. W. & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.


Article Statistic

Abstract view : 785 times
PDF views : 952 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 16 May 2016
Published : 19 May 2016

How To Cite This :

Refbacks



Copyright (c) 2016 Neka Erlyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.