Perbedaan penyesuaian diri penduduk di lingkungan rawan bencana banjir yang kategori kerawanannya berbeda

Bela Itri Agriani(1*),Hemy Heryati Anward(2),Rahmi Fauzia(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v1i2.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri penduduk di lingkungan rawan bencana banjir berdasarkan kategori rawan, agak rawan dan normal. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri penduduk berdasarkan jenis kelamin, serta interaksi antara jenis kelamin dengan kategori lingkungan rawan bencana banjir tehadap terhadap penyesuaian diri penduduk. Subjek penelitian ini berjumlah 90 orang yaitu 30 orang penduduk Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut sebagai desa dengan kategori kerawanan biasa/normal; 30 orang penduduk Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura sebagai desa dengan kategori kerawanan agak bahaya/agak rawan; dan 30 orang penduduk Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron sebagai desa yang bahaya/rawan. Hasil penelitian ini adalah; (1) Penduduk yang tinggal di Kelurahan Gambut sebagai kategori biasa/normal memiliki tingkat penyesuaian diri yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 68,83, kemudian penduduk Desa Bincau Muara sebagai kategori agak bahaya/agak rawan dengan rata-rata penyesuaian diri sebesar 67,10, dan yang paling rendah tingkat penyesuaian dirinya adalah penduduk Desa Pengaron sebagai kategori bahaya/rawan memiliki rata-rata sebesar 61,87; (2) Penyesuaian diri laki-laki lebih tinggi daripada perempuan; dan (3) Ada interaksi antara jenis kelamin dengan kategori lingkungan rawan bencana banjir terhadap penyesuaian diri penduduk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin rawan suatu lingkungan terhadap bencana banjir maka semakin rendah kemampuan penduduknya menyesuaikan diri.

 

The purpose of this research is to know the different adjustment in the endemic area of flood, different adjustment based on sex, and interaction among the sex with the endemic environment category of flood to adjustment. The research subjects are 90 people namely 30 people Gambut village, Gambut sub district, as the village with endemic category is normal; 30 people at Bincau Muara village, Martapura sub district as the village with rather endemic  category; Pengaron sub district is the endemic. The result of this research is; (1) people who live in Gambut sub district as the normal category has the highest level of adjustment with the approximately 68,83, then Bincau Muara village as the rather endemic category with approximately adjustment is 67,10, and which is the lowest adjustment level is the people at Pengaron village with the approximately adjustment is 61,87; (2) men adjustment are more higher than women; and (3) there is interaction between sex with the endemic of flood disaster in environment category to the adjustment of the people. The conclusion is more endemic in an environment to the flood disaster so more lower people ability to adjustment.

Keywords


Penyesuaian diri, lingkungan rawan bencana banjir

References


Azwar, S. (2010). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_______. (2010). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bartley, S.J., Blanton, P.W., & Gilliard, J.L. (2008). Husbands and wives in dual-earner marriages: decision-making, gender role attitudes, division of household labor, and equity. Journal Marriage & Family Review, 37(4), 69-94. Diakses tgl 26 Januari 2012, dari http://www.tandfonline.com.

BPPN. (2006). Rancangan aksi nasional pengurangan risiko bencana 2006-2009. Diakses tgl 25 September 2011, dari http://www.undp.or.id.

Calaguas, G.M. (2011). Sex Differences and the relation of age in adjustment difficulties among collage freshmen. Journal of Advances in Developmental Research, 2 (2), 221-226. Diakses tgl 17 November 2011, dari http://journal-advances-developmental-research.com.

Calhoun, J.F., & Acocella, J.R. (1990). Psychology of Adjustment and human relationship 3rd edition. New York : Mac Graw-Hill. Inc.

Chemtob, C.M., Nakashima, J.P., & Hamada, R.S. (2002). Psychosocial intervention for postdisaster trauma symptoms in elementary school children. Journal Arch Pediatr Adolesc Med.,156, 211-216. Diakses tgl 21 November 2011, dari http://archpedi.ama-assn.org.

Enzlin, P., Mathieu, C., & Demyttenaere, K. (2002). Gender differences in the psychological adjustment to type 1 diabetes mellitus: an explorative study. Journal Patient Education and Counseling, 48 (2), 139-145. Diakses tgl 21 November 2011, dari http://www.sciencedirect.com.

Moehansyah. (2006). Kerawanan bencana banjir, kekeringan dan kebakaran di kalimantan selatan ditinjau dari biofisik dan konservasi lahannya. Diakses tgl 4 Oktober 2011, dari http://lemlit.unlam.ac.id.

Powell, D.H. (1983). Understanding human adjustment: normal adaptation through the life cycle. Boston: Little, Brown and Company.

Profil Desa Bincau Muara. (2012).

Profil Desa Pengaron. (2011).

Profil Kelurahan Gambut. (2011).

Rinaldi. (2010). Resiliensi pada masyarakat kota padang ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Psikologi, 3 (2), 99-104. Diakses tgl 22 Oktober 2011, dari http://ejournal.gunadarma.ac.id.

Scott, R. & Scott, W.A. (1998). Adjustment of adolescents: cross-cultural similiarities and differences. London: Routledge. (CD-ROM).

Situs Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (2011). Prakiraan daerah potensi banjir kalimantan selatan. Diakses tgl 21 September 2011, dari http://www.kalselprov.go.id.

Tang, C.S. (2006). Positive and negative postdisaster psychological adjustment among adult survivors of the southeast asian earthquake–tsunami. Journal of Psychosomatic Research, 61(5), 699-705. Diakses tgl 14 Desember 2011, dari http://www.jpsychores.com.


Article Statistic

Abstract view : 562 times
PDF views : 715 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 16 May 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Bela Itri Agriani, Hemy Heryati Anward, Rahmi Fauzia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.