Gambaran hubungan saudara kandung pada remaja akhir yang memiliki saudara dengan tunadaksa

Ricka Octafrianti Tinambunan(1*),Dwi Nur Rachmah(2),Hemy Heryati Anward(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v1i3.495

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran hubungan saudara kandung pada remaja akhir, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam hubungan saudara kandung serta untuk mengetahui pengaruh kehadiran saudara yang normal maupun yang tuna daksa dalam hubungan saudara kandung yang terjalin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara terhadap dua orang remaja akhir yang memiliki saudara dengan tunadaksa.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kedua subjek menunjukkan hubungan saudara kandung yang dekat, hubungan yang didominasi oleh saudara sulung, hubungan dengan rasa cemburu dan hubungan yang berkonflik. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan saudara kandung adalah konstelasi keluarga, hubungan orang tua dengan anak dan perlakuan orang tua. Penelitian ini juga menemukan saudara yang normal juga memberikan pengaruh positif terhadap saudaranya yang tunadaksa dan pengaruh kehadiran saudara dengan tunadaksa terhadap saudara yang normal menyebabkan saudara yang normal merasa kurang percaya diri, merasa dibedakan saat bersama dengan teman sebaya dan rasa lelah saat harus merawat saudara dengan tunadaksa.

 

Keywords


sibling relationships, late adolescents, physically disabled

References


Ambarini, T.K. (2006). Saudara Sekandung dari Anak Autis dan Peran Mereka dalam Terapi.Jurnal INSAN Vol. 8 No. 2. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Branje, S.J.T, Cornelis, F.M, Marcel, A.G & Gerbert, J.T. (2004).Perceived support in sibling relationships and adolescent adjusment. Journal of Child Psychology and Psychiatry 45:8, 1385-1396.

Cate, I.M.P& Loots, G.M.P (2000). Experiences of Siblings of Children with Physical Disabilities : an Empirical Investigation.Journal Disability and Rehabilitation. Vol. 22, No. 9, 399-408.

Cicirelli, V.G. (1995). Sibling Relationship Across the Life Span.New York : Plenum Press.

Furman, W & Buhrmester, D. (1985). Children’s Perceptions of the Qualities of Sibling Relationships.JournalChild Development, 1985, 56, 448-461. Society for Research in Child Development, Inc.

Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (terjemahan : Istiwidayanti & Soedjarwo). Jakarta. Erlangga

Mangunsong, F.(2011).Psikologi dan Pendidikan Anak Luar Biasa.Depok: LPSP3 Universitas Indonesia.

Porter, L.& McKenzie, S. (2000).Professional collaboration with parents of children with disabilities. London, Wiley.

Santrock,J.W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja (terjemahan : Achmad Chusairi & Juda Damanik). Jakarta: Erlangga.

Stocker, C. M, Lanthier, R.P., Furman, W. (1997).Sibling Relationships in Early Adulthood.Journal of Family Psychologi. Vol. 11, No. 2, 210-221.

Widuri, E.L. (2010).Kepribadian Big Five dan Strategi Regulasi Emosi Ibu Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).Jurnal Humanitas, Vol. VII No. 2 Agustus 2010.


Article Statistic

Abstract view : 1518 times
PDF views : 3284 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 16 May 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Ricka Octafrianti Tinambunan, Dwi Nur Rachmah, Hemy Heryati Anward

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.