Stigma sosial pada keluarga miskin dari pasien gangguan jiwa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya stigma dan faktor-faktor penyebab munculnya stigma sosial pada keluarga miskin pasien gangguan jiwa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek penelitian ini berjumlah dua orang yang tinggal di sekitar tempat tinggal keluarga pasien. Teknik penggalian data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, didapatkan bahwa stigma yang terbentuk pada subyek laki-laki dan subyek perempuan melalui proses isyarat, stereotip, dan prasangka. Pada analisis tentang faktor penyebab terbentuknya stigma didapatkan bahwa subyek laki-laki memiliki dua faktor dan subyek perempuan memiliki tiga faktor yang membentuk stigma. Penelitian ini menemukan tiga fakta baru yaitu subyek laki-laki dan subyek perempuan memiliki sikap positif terhadap kontak sosial dengan pasien dan tidak memunculkan diskriminasi, bersikap terbuka dan tidak menjauhi F beserta keluarganya, serta muncul sikap simpati dari masyarakat.
Keywords
References
Ahmedani, B.K. (2011). Mental health stigma: society, individuals, and the profession. Journal of social work values & ethics, 8(2): 1-16. Diunduh 16 Februari 2013 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pmc/articles/PMC3248273/.
Angermeyer, M.C., Matschinger, H. (2003). The stigma of mental illness: effect of labeling on public attitudes towards people with mental disorder. Acta Psychiatrica Scandinavia, 108: 304-309. Diunduh 28 April 2014 dari http://www.brown.uk.com/ stigma/angermeyer.pdf.
Brohan, E. Slade, M. Clement, S. & Thornicroft, G. (2010). Experience of mental illness stigma, prejudice, and discrimination: a review of measures. BMC health services research, 10(80): 1-11. Diunduh 16 November 2013 dari http://www.biomedcentral.com/1472-6963/10/80.
Corrigan, P.W. (2000). Mental health stigma as social attribution: implication for research methods and attitude change. Clinical psychology science practical, 7: 48-67. Diunduh 28 April 2014 dari http://www.researchgate.net/publication/227693269_Mental_Health_Stigma_as_Social_Attribution_Implications_for_Research_Methods_and_Attitude_Change/file/e0b49518a79dd35b68.pdf.
Corrigan, P.W. (2004). How stigma interferes with mental health care. American psychological association, 59(7): 614-625. Diunduh 11 Mei 2014 dari http://und.edu/health-wellness/healthy-und/how-stigma-interferes-with-mental-health-care-kay.pdf.
Creswell. (2003). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches, second edition. California: SAGE Publications, Inc.
Kartono, K. (1981). Psikologi abnormal dan pathologi seks. Bandung: Penerbit Alumni.
Larson, J.E. Corrigan, P.W. (2008). The stigma of families with mental illness. Academic psychiatry, 32(2): 87-91. Diunduh Februari 2013 dari http://link.springer.com/article/10.1176/appi.ap.32.2.87.
Michaels, P.J. Lopez, M. Rusch, N. & Corrigan, P.W. (2012). Construct and concept comprising the stigma of mental illness. Psychology, society, & education, 4(2): 183-194. Diunduh 16 November 2013 dari http://dialnet.unirioja.es/descarga/ articulo/4239444.pdf.
Mubarta, A. Husin, A.N. & Arifin, S. (2013). Gambaran distribusi penderita gangguan jiwa di wilayah banjarmasin dan banjarbaru tahun 2011. Berkala kedokteran, 9(2): 199-209. Diunduh 05 November 2013 dari http://ejournal.unlam.ac.id/index.php/ bk/article/viewFile/679/635.
Nevid, J.S. Rathus, S.A. & Greene, B. (2005). Psikologi abnormal edisi kelima jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Scheffer, R. (2003). Adressing stigma: increasing public understanding of mental illness. Presented on The Standing Senate Committee on Social Affairs Science and Technology. Diunduh 16 November 2013 dari http://www.camh.ca/en/education/ Documents/www.camh.net/education/ Resources communities_organizations/addressing_stigma_senatepres03.pdf
Ssebunnya, J. Kigozi, F. Lund, C. Kizza, D. & Okello, E. (2009). Stakeholder perceptions of mental health stigma and poverty I Uganda. BMC International Health and Human Rights, 9(5): 1-9. Diunduh 08 April 2014 dari http://www.biomedcentral.com/ 1472-698 X/9/5.
Stier, A. Hinshaw, S.P. (2007). Explicit and implicit stigma against individuals with mental illness. Australian psychologist, 42(2): 106-117. Diunduh 11 Mei 2014 pada http://www.enosh.org.il/ uploads/2754stigma.pdf.
SuaraNTB. (2011). Ribuan warga miskin NTB terindikasi alami gangguan jiwa. Diunduh 02 Februari 2011 dari http://www.suarantb.com/2011/02/02/wilayah/ Mataram/detil4.html.
Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Watson, Amy C. Corrigan, Patrick W. (2006). The impact of stigma on service access and participation. The Behavioral Health Recovery Management Project. University of Chicago Center For Psychiatric Rehabilitation. Diunduh 16 Februari 2013 dari http://www.bhrm.org/ guidelines/stigma.pdf.
Zartaloudi, A. Madianos, M. (2010). Stigma related to help-seeking from a mental health professional. Health science journal, 2(4): 77-83. Diunduh 28 April 2014 dari http://www.hsj.gr/volume4/ issue2/423.pdf.
Article Statistic
Abstract view : 4954 timesPDF views : 8978 times
Dimensions Metrics
Article History
Submited : 16 May 2016Published : 12 October 2016
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Sukmawati Varamitha, Sukma Noor Akbar, Neka Erlyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

