Hubungan psychological well-being dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Panti Werdha Budi Sejahtera

Sukma Noor Akbar(1*)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v1i4.502

Abstract

Kecemasan akan kematian pada lansia menandakan keadaan fisik yang tidak sehat, bagi individu yang mengalami kecemasan akan kematian tentu gejala-gejala yang dirasakan dapat mengganggu aktivitasnya. Lansia yang pasrah dan penerimaan terhadap kematian sudah merasa puas dan dengan apa yang telah dicapai sampai saat ini seperti anak-anak yang sudah berhasil dan mapan sehingga lansia tidak perlu khawatir lagi akan lanjut usia. Keadaan psychologycal well being akan membuat lansia menjadi lebih merasa nyaman dengan kehidupannya di masa tua. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) psychological well being lansia di PSTW Banjarbaru, (2) kecemasan dalam menghadapi kematian di PSTW Banjarbaru, dan (3) hubungan antara psychological well being dengan kecemasan dalam menghadapi kematian lansia di PSTW Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di panti werdha budi sejahtera Landasan Ulin Banjarbaru sejumlah 110 orang dengan sampel penelitian sebanyak 56 orang. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasional, yakni analisis korelasi Product Moment dari Karl Pearson untuk mengetahui apakah ada hubungan antara psychological well being dan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Panti Werdha. Adapun hasil analisis korelasi yaitu r = -0,283 dengan p > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) psychological well being di PSTW Banjarbaru berada pada tingkat sedang, (2) kecemasan dalam menghadapi kematian lansia di PSTW Banjarbaru berada  tingkat tinggi, dan (3) terdapat korelasi negatif yang rendah antara psychological well being dengan kecemasan dalam menghadapi kematian lansia di PSTW Banjarbaru.

 

Kata Kunci : psychological well being, kecemasan dalam menghadapi kematian, lansia

 

Death anxiety in the elderly indicates unhealthy physical state, for individuals who experience anxiety of death is certainly perceived symptoms can disrupt their activities.Seniors who surrender and acceptance of death had been satisfied and with what has been achieved to date as children who are already successful and well established so that the elderly do not have to worry about going to the elderly. Psychologycal well being will make the elderly become more comfortable with life in old age. The main objective of this study was to determine: (1) psychological well being of the elderly in PSTW Banjarbaru, (2) death anxiety in PSTW Banjarbaru, and (3) the relationship between psychological well being with death anxiety the elderly PSTW Banjarbaru. Population in this research is the elderly in Panti Werdha Budi Sejahtera Ulin Banjarbaru some 110 people to sample as many as 56 people. Analysis technique used is the correlation analysis, the correlation analysis of Karl Pearson Product Moment to determine whether there is a relationship between psychological well being and anxiety in death anxiety in the elderly at Panti Werdha. The results of correlation analysis is r = -0.283, p> 0.05. The results showed that: (1) psychological well being in PSTW Banjarbaru be at a moderate level, (2) death anxiety of the elderly in PSTW Banjarbaru are high level, and (3) there is a negative correlation lower of psychological well being with death anxiety in the elderly PSTW Banjarbaru


Keywords: psychological well being,
death anxiety, the elderly

References


Bustan M.N. (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Edisi kedua. Jakarta : Rieneka Cipta.

Rineka Cipta. p : 213.Henderson, L. (2001). Variabel Affecting Death Anxiety. International Journal of Aging and Human Developmental. Le Moyne College

Hidayat, K., (2006). Psikologi Kematian : Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme. Jakarta : Hikmah

Hurlock, E.B, (1999), Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan, Jakarta : Erlangga

Kerlinger, F.E. (2006). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Edisi 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Matindas D. (1994). Aspek Psikologi pada Lanjut Usia. Majalah Kesehatan Indonesia. Nomor 9.

Papalia, (2002), Adult Development and Aging, Singapura : Mc Graw Hill

Indonesia. Nomor 9. Hal : 533-35.Nugrahaeni, S. D. , (2005). Hubungan Antara Kecerdasan Ruhaniah dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lanjut Usia. Indigenous Jurnal Berkala Ilmiah Psikologi.

Ryff,C.D. 1989. Happiness Is Everything, or Is It? Explorations on the Meaning of Psychological WellBeing. Journal of Personality and Social Psychology. USA

Ryff, C.D., Keyes, C.L.M. (1995). The structure of Psychological Well Being revisited. Journal of Personality and social Psychology. USA

Santroct, J.W (2002). Life-Span Development, Perkembangan Masa Hidup (ed. 5). Jakarta Erlangga

Schemutte, P.S. dan Ryff, C.D (1997). Personality and Well Being : Reexaming Methodes and Meaning. Journal of Personality and Social Psychology. Vol 73

Subandi. (1998) Hubungan Antara Tingkat Regiusitas Dengan Kecemasan Pada Remaja. Laporan Penelitian. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

Sugiyono, (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Susanti, C., Wahyuningsih, S., Sukamto, M. E., (2003) Makna Hidup dan Ketakutan akan Kematian pada Penderita Kanker Usia Dewasa Madya. Jurnal Psikologi. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Wijaya. F.S & Safitri, R.M, (2012) Persepsi Terhadap Kematian dan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lanjut Usia, Jurnal Mercubuana, Fakultas Psikologi Mercu Buana Yogyakarta


Article Statistic

Abstract view : 3136 times
PDF views : 3864 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 16 May 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Sukma Noor Akbar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.