Pernanan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja awal

Hafid Mahesa Romulo(1*),Sukma Noor Akbar(2),Marina Dwi Mayangsari(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v1i4.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja awal di SMP Anggrek Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini berjumlah 106 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku seksual dan angket pengetahuan kesehatan reproduksi. Berdasarkan uji regresi linear sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,033 dengan R = -0,207 , dan nilai  persamaan Y = 89,679 + - 1,040X yang berarti pengetahun kesehatan reproduksi mempunyai peranan negatif terhadap perilaku seksual sehingga setiap kenaikan satu poin pengetahuan kesehatan reproduksi (misalnya 89,679 -> 90,679), maka perilaku seksual akan mengalami penurunan sebesar -1,040. Selain itu diperoleh R Square sebesar 0,043 menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki sumbangan peranan terhadap perilaku seksual sebesar 4,3 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peranan negatif pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual, sehingga semakin tinggi pengetahuan kesehatan reproduksi maka akan semakin rendah perilaku seksual remaja awal di SMP Anggrek Banjarmasin.

 

Kata kunci : Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Awal

 

The objective of this study was to find out the role of reproductive health knowledge towards early adolescents’ sexual behaviors at SMP Anggrek Banjarmasin. The samples in this study were 106 students who were taken by purposive sampling technique. The data collection instruments in this study were sexual behavior scale and reproductive health knowledge questionnaire. The simple linear regression showed that the significance value was 0.033 with R = -0.207, and the equation value Y = 89.679 + - 1.040 X, which indicated that reproductive health knowledge had a negative role towards sexual behavior, so each one-point increase in reproductive health knowledge (e.g. 89.679 - > 90.679) made sexual behavior decreased by -1.040. It also obtained R Square of 0.043 indicating that reproductive health knowledge contributed to the role of sexual behavior at 4.3 %. It can be concluded that there was a negative role of reproductive health knowledge towards sexual behavior; therefore the higher the reproductive health knowledge that the early adolescents at SMP Anggrek Banjarmasin had, the lower their sexual behaviors.

 

Keywords: Knowledge, Reproductive Health, Sexual Behavior, Early Adolescent

References


Astuti, D & Sukasno. (2011). Hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual kelas XI di SMAN Gebog Kudus. Jurnal Kepererawatan dan kebidanan, 2 (1) Hal: 59-76. diunduh pada tanggal 1 April 2014 dari http://ejournal.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/karakter/article/viewFile/42/39

Amaliyasari, Y & Puspitasari, N. (2008). Perilaku anak usia pra remaja disekitar lokalisasi dan faktor yang mempengaruhi. Jurnal penelitian, 7 (1) hal; 54-60. diunduh pada tanggal 6 Nopember 2013 dari http://web.unair.ac.id/admin/file/f_19997_jr14.pdf

Banun, F.O.S., & Setyorogo, S. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa semester v Stikes x Jakarta Timur 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1) hal: 12-19. Diunduh pada tanggal 24 April 2014 dari http://lp3m.thamrin.ac.id/upload/artikel%203.%20vol%205%20no%201_fadila.pdf

Dewi, S.R. (2011). Pendidikan seks untuk remaja (dari teori ke praktek, pengalaman sahabat remaja). diunduh pada tanggal 28 September 2013, dari http://ceria.bkkbn.go.id/ceria/referensi/artikel/detail/129

Endarto, Y & Purnomo, P.S. (2000). Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di smk negeri 4 yogyakarta. Jurnal kesehatan surya medika Yogyakarta. diunduh pada tanggal 12 Oktober 2013 dari http://skripsistikes.files.wordpress.com/2009/08/12.pdf

Evlyn, M & Suza.D.E. (2007). Hubungan antara persepsi tentang seks dan perilaku seksual remaja di sma negeri 3 medan. Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara, 2 (2) hal 48-55. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2013, dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21172/1/ruf-nov2007-2%20(3).pdf

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan edisi kelima. : Erlangga

Imran, I. (2000). Perkembangan seksualitas remaja. Jakarta. PKBI

Indarsita, D. (2006). Hubungan faktor eksternal dengan perilaku remaja dalam hal kesehatan reproduksi di SLTP Medan tahun 2002. Jurnal ilmiah Pannmed. 1 (1) hal 14-19. Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19651/1/pan-jul2006-%20(3).pdf

Khairunnisa, A. (2013). Hubungan religiusitas dan kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah remaja di MAN 1 Samarinda. Ejournal psikologi, 1 (2) hal 220-229, 2013: 220-229 diunduh pada tanggal 22 Oktober 2013 dari http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/10/ejournal%20(10-03-13-10-14-57).doc

Manuaba, C.A.I. (2009). Memahami kesehatan reproduksi wanita. Edisi 2. Jakarta. EGC.

Muin, M., Salmah, U., Sarake, M. (2013). Hubungan pengetahuan penyakit menular seksual (pms) dengan tindakan kebersihan alat reproduksi eksternal remaja putri di SMA Nasional Makassar tahun 2013. Laporan Penelitian hal 1-14. Diunduh pada tanggal 6 oktober 2013, dari http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5606/JURNAL%20RHANY.pdf?sequence=1

Mushtofa, S.B & Winarti, P. (2010). Faktor yang mempengaruhi seks pranikah mahasiswa di Pekalongan tahun 2009-2010. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 1 (1) hal 32-41. Diunduh pada tanggal 6 Oktober 2013, dari http://www.researchgate.net/publication/256762315_The_Influencing_Factors_of_a_Pre-Marital_Sexual_Behavior_Among_College_Students_in_Pekalongan/file/72e7e523bb98026f4d.pdf

Pawestri & Setyowati. D. (2012). Gambaran perilaku seksual pranikah pada mahasiswa pelaku seks pranikah di Universitas X Semarang. Seminar Hasil Peneltian hal 171-179. diunduh pada tanggal 27 agustus 2013, dari http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/509/558

Prihatin, T. (2007). Analisis faktor – faktor yang berhubungan dengan sikap siswa SMA terhadap hubungan seksual (intercourse) pranikah di Kota Sukoharjo tahun 2007. Proposal Tesis. Universitas diponogoro. Semarang. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2013 dari http://eprints.undip.ac.id/18061/1/TUT_WURI_PRIHATIN.pdf

Priyatno, D. (2010). Paham analisis statistik data dengan Spss. Yogyakarta: Mediakom.

Purnamasari. S.E. & Wimbarti, P. (2008). Efektifitas pendidikan seksualitas terhadap peningkatan control diri pada remaja putri yang telah aktif secara seksual. Mercu Buana. Tesis. Yogyakarta. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2013 dari http://fpsi.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/publikasi-tesis-santi.pdf

Rihardini, T & Yolanda, Z.S. (2012). Persepsi Remaja Tentang Perilaku Seks Pranikah Di SMA “X” . Jurnal Kebidanan Vol 1 (1) hal 6-11. diunduh pada tanggal 27 september 2013 dari digilib.unipasby.ac.id

Robert A.Baron, Donn Byrne. (2004). Psikologi sosial edisi kesepuluh jilid 1. Jakarta :Erlangga

Santrock, J.W. (2007). Life spam development psikologi perkembangan. Jakarta : Erlangga

Samino. (2012). Analisis perilaku sex remaja SMAN 14 Bandarlampung 2011. Jurnal Dunia Kesmas, 1 (4) hal 175-183. Diunduh pada tanggal 5 oktober 2013, dari http://afarich.com/141.pdf

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi remaja edisi revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Setiawan. R & Nurhidayah. S. (2008). Pengaruh pacaran terhadap perilaku seks pranikah. Jurnal soul, 1, 2, September 2008. Diunduh pada tanggal 21 Maret 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=94974&val=1228

Soetjiningsih. (2010). Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Jakarta : CV. Sagung Seto

Spielberg, L.A. (2007). reproductive health part 1: introduction to reproductive health & safe motherhood. global health education consortium. Di akses pada tanggal 7 Februari dari http://www.cugh.org/sites/default/files/content/resources/modules/To%20Post%20Both%20Faculty%20and%20Trainees/54_Reproductive_Health_Part_1_Introduction_to_Reproductive_Health_and_Safe_Motherhood_FINAL.pdf

Suidhan, A., Seweng, A., Noor, NB. (2013). Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan prilaku seks remaja akhir pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Reproduksi. Di akses pada tanggal 1 April 2014, dari http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/6a23507d3eb33e5afad12d4b395a732f.pdf

Suryoputro, A., Ford, N.J., Shaluhiyah, Z. (2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di jawa tengah: implikasinya terhadap kebijakan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Makara kesehatan, vol. 10 (1) hal 29-40 diunduh pada tanggal 22 september 2013, dari http://www.ejournal.ui.ac.id

Wahyudi, R. (2000). Kesehatan reproduksi remaja. Jakarta. PKBI


Article Statistic

Abstract view : 2431 times
PDF views : 2825 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 16 May 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Hafid Mahesa Romulo, Sukma Noor Akbar, Marina Dwi Mayangsari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.