Hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku menyontek di SMPI Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Risa Widyastuti(1*),Rahmi Fauzia(2),Rooswita Santia Dewi(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v2i2.543

Abstract

Perilaku menyontek dikalangan pelajar bukan lagi sebuah fenomena yang mengherankan. Terdapat banyak hal yang membuat seseorang melakukan tindakan menyontek, salah satunya dikarenakan adanya pengaruh sosial dari lingkungan khususnya teman sebaya atau konformitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku menyontek. Populasi dari penelitian ini berjumlah 302 siswa, sementara yang menjadi sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 84 siswa. Teknik penelitian yang digunakan yaitu sampling jenuh. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan seluruh siswa kelas VII untuk dijadikan sampel dikarenakan terbatasnya jumlah siswa yang dapat dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu kuesioner konformitas teman sebaya dan kuesioner perilaku menyontek. Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment Karl Pearson. Sebelum dilakukan uji korelasi, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh berdstribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu pada konformitas teman sebaya sebesar 0,200 dan nilai signifikansi perilaku menyontek sebesar 0,211. Adapun hasil analisis korelasi dengan menggunakan 84 subjek yaitu 0,579 dengan p > 0,05. Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel konformitas teman sebaya dengan perilaku menyontek.

Keywords


Conformity, peers, cheating behavior

References


Afroh, K. (2014). Hubungan antara Penalaran Moral dengan Perilaku Menyontek pada Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gondowlung Bantul. Skripsi.Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diakses pada tanggal 12 Juni 2015, dari http:// digilib.uin- suka.ac.id/ 13714/1/BAB%20I,%20V,%20.pdf.

Alawiyah, H. (2011). Pengaruh Self-Efficacy, Konformitas dan Goal Orientation terhadap Perilaku Menyontek (Cheating) Siswa MTs Al Hidayah Bekasi. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. (1997). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baron, A. R., Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Ghozali, Imam. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Edisi Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Grinman, M. (2002). Belonging, conformity and social status in early adolescence. Department of Educational and Counselling Psychology and Special Education. Canada: University of British Columbia. Diakses pada 13 Februari 2015 dari https:// circle.ubc.ca/ bitstream/ id/ 33269/ ubc_2003-0010.pdf..

Halida, R. (2007). Mayoritas Siswa-Mahasiswa Menyontek. Litbang Media Group: http://www.sampoernafoundation.org.

Hartanto, Dody. (2012). Bimbingan & Konseling Menyontek: Mengungkap Akar Masalah dan Solusinya. Jakarta: Indeks.

Hurlock, E. B. (2012). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Ibda, F. (2011). Perkembangan Moral pada Anak dan Relevansinya dengan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Didaktika. Fakultas Tarbiyah: XI (2), diakses pada tanggal 11 Juni 2015 dari http:// download. portalgaruda.org/article.=perkembangan%20moral%20pada%20anak%20dan%20relevansinya%20dengan%20pendidikan.

Lambert, E.G., Hogan, N.L., & Barton, S.M. (2003). Collegiate academic dishonesty revisited: what have they done, how often have they done it, who does it, and why did they do it. Electronic Journal of Sosiology.Diakses pada tanggal 13 Februari 2015, dari http://www. sociology.org/content/vol7.4/lambert_etal.html.

Lestari, R. (2013). Hubungan Antara Konformitas Kelompok Dan Pengaturan Diri Dalam Belajar Dengan Perilaku Menyontek. Skripsi. Surakarta: Program Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses pada 11 Juni 2015, dari http://eprints.ums.ac.id/ 26501/11/Naskah_Publikasi.pdf.

Mahmuddah. (2013). Mengurangi Perilaku Membolos Siswa Dengan Menggunakan Layanan Konseling Behavior. Jurnal Pendidikan Bimbingan dan Konseling IKIP Veteran. Semarang: 1 (1), diakses pada tanggal 17 Februari 2014 dari http:// e-journal.ikip-veteran .ac.id/index.php/kes /article/ view/133.

McLeod, S. (2007). What is Conformity? Article Social Psychology. Diakses pada 2 April 2015, dari http://www.simplypsychology. org/conformity.html

Mujahidah. (2009). Perilaku Menyontek Laki-Laki dan Perempuan: Studi Meta Analisis. Jurnal Psikologi. Samarinda: II (2), diakses pada tanggal 17 Februari 2015 dari http://digilib.uin-suka.ac.id.

Mujahidah. (2013). Faktor Situasional, Orientasi Tujuan, Dan Locus Of Control Sebagai Prediktor Praktek Menyontek: Penyusunan Dan Pengujian Model. Lentera Pendidikan. Samarinda: I (16), diakses pada tanggal 10 Juni 2015 dari http://digilib.uin-suka.ac.id.

Musslifah, A. R. (2012). Perilaku Menyontek Siswa Ditinjau dari Kecenderungan Locus Of Control. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sahid Surakarta. Diakses pada tanggal 16 Februari 2015, dari http://download.portalgaruda.org/ article.php?article=140412&val=5790.

Myers. D. G. (2012). Psikologi Sosial (Social Psychology). Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Octarina, M. (2012). Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Mencontek Pada Siswa SMA Di Pekanbaru. Jakarta: Binus University. Diakses pada tanggal 13 Februari 2015, dari http://thesis.binus.ac.id/ Doc/Lain-lain/2012-2-00035PS%20WorkingPaper 001.pdf.

Pincus, L,P. & Schemelkin. (2008). Faculty Perception of Academic Dishonesty: A Multidimensional Scaling Analysis. Journalof Higher Education. Ohio State University: 79 (5), diakses pada tanggal 17 Februari 2015 dari http://faculty. mwsu.edu/psychology/dave.carlston/Writing%20in%20Psychology/Academic%20Dishonesty/new/admdcol.pdf.

Priyatno, D. (2010). Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Media Kom.

Tarigan, S. K. (2013). Gambaran Penalaran Moral Pada Remaja yang Tinggal Di Daerah Konflik. Psikologia. Universitas Sumatera Utara: 8 (2), diakses pada tanggal 11 Juni 2015 dari http://download.portalgaruda. org/article.php?article=152462&val=4107&title=GAMBARAN%20PENALARAN%20MORAL%20PADA%20REMAJA%20YANG%20TINGGAL%20DI%20DAERAH%20KONFLIK.

Teruna, Y. P. (2009). Perbedaan Tingkat Konformitas Terhadap Seks Pranikah antara Pria dan Wanita. Skripsi. Universitas Guna Darma. Diakses pada 2 April 2015, dari http://www.gunadarma .ac.id/library/abstract/gunadarma_1050320 skripsi_fpsis.pdf.

Rice, P. F. (2011). The Adolescent: Development, Relationship and Culture. Boston: Pearson Education, Inc.

Santrock, J.W. (2010). Psikologi Pendidikan. Edisi 2. Jakarta: Kencana.

Santrock, J.W. (2002). Live-Span Development Perkembangan Masa Hidup. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Saptorini, S. K. N. A. (2012). Hubungan antara Penalaran Moral dengan Perilaku Disiplin pada Siswa Kelas VIII SMP Ma’arif NU 1 Cilongok Kabupaten Banyumas. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Diakses pada 12 Juni 2015, dari http://digilib.uin-suka.ac.id/ 16017/1/.pdf.

Sloan, P.A., Berman, M.E., Hill, V. Z., & Bullock, J. S. (2009). Group Influences on Self-Aggression: Conformity and Dissenter Effect. Journal of Social and Clinical Psychology.28 (5). University of Southern Mississippi. Diakses pada 2 April 2015, dari http://www.zeigler-hill.com/uploads/ 7/7/3/2/7732402/sloan_berman_zeigler-hill__bullock_2009.pdf.

Saryono. & Anggraeni, M. D. (2013). Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sugiyono. (2009). Statistika untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA.

Susilowati, K. (2011). Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan kemandirian pada Remaja Panti Asuhan Muhammadiyah Karanganyar. Surakarta: Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Diakses pada tanggal 10 Juni 2015, dari http:// candrajiwa.psikologi.fk.uns.ac.id/candrajiwa/article/view/22.pdf.

Tang, J., Sun, J., & Wu, S. (2013). Confluence: Conformity Influence in Large Social Networks. Social and Behavioral Sciences. Tshinghua University, China.Diakses pada tanggal 2 April 2015, dari http://keg.cs.tsinghua.edu.cnjietang/ publications.pdf.

Wulandari, S. (2014). Hubungan Antara Konformitas dengan Perilaku Menyontek Pada Siswa SMPN 1 Selo Boyolali. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses pada 12 Juni 2015, dari http://digilib.UM-Surakarta.ac.id/1647/1/.pdf.


Article Statistic

Abstract view : 1901 times
PDF views : 0 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 17 May 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Risa Widyastuti, Rahmi Fauzia, Rooswita Santia Dewi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.