GAMBARAN REGULASI EMOSI PADA MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN BATUBARA DI KABUPATEN BARITO KUALA

Rika Vira Zwagery, Rima Nurliani

Abstract


Manusia dan lingkungan tidak lepas dari hubungan timbal balik, lingkungan mampu mempengaruhi manusia dan sebaliknya manusia dapat mempengaruhi bagaimana lingkungan sekitarnya. Pencemaran lingkungan akibat aktivitas batubara menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap masyarakat disekitarnya sehingga dalam penelitian ini peneliti ingin melihat gambaran regulasi emosi pada masyarakat yang terkena dampak pencemaran lingkungan batubara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan regulasi emosi masyarakat yang tinggal dilingkungan pada kondisi lingkungan yang sama yaitu lingkungan yang terdampak pencemaran batubara. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya faktor gender, faktor pengalaman dan faktor usia. Seseorang yang memiliki usia yang lebih matang dan memiliki pengalaman hidup lebih banyak memiliki regulasi emosi yang lebih baik ketika berada dalam kondisi lingkungan yang tercemar.


Keywords


regulasi emosi, pencemaran lingkungan, batubara

References


Asthary R. (2008).PertambanganBatubara : Pro dan Kontra.Tersediadarihttp://statistikbatubaraindonesia.blogspot.com/2008/06/pertambangan-batubara-pro-dan-kontra-by.html.

Gross, J. J. (2014). Emotion Regulation:Conceptualand Empirical Foundations. New York: Guilford Publications.

Gross,J.J.(2007). Handbook of Emotion Regulation. New York: The GuilfordPress.

Halimah, S dan Hidayati F. (2015). RegulasiEmosiPeranIbudariAnakSindrom Down. Diponegoro: Fakultas Psikologi UniversitasDiponegoro. Vol 4 (1).

Hardiansyah .2011. Kualitas Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gava Media.

Helmi, A. F. 1999.Beberapa Teori Psikologi Lingkungan. Buletin Psikologi.VII, No. 2.

Hendrikson. (2013). Faktor-Faktor yang MempengaruhiEmosi. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. (1983). Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia.

Manalu, H.S.P., Sukana, B., dan Friskarini K. 2014. Kesiapan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Dalam Rangka Menanggulangi Pencemaran Batubara : Jurnal Ekologi Kesehatan. Vol. 13 No 2

Mawardah, M. Dan Adiyanti MG. (2014). RegulasiEmosidanKelompokTemanSebayaPelakuCyberbullying. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Vol 41 (1).

Moleong, Lexy. (2007). Metodologipenelitiankualitatif. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.

Mulyanto, H. R. (2007). Ilmu Lingkungan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Palar, Heryando. (2012). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat . Jakarta: Rineka Cipta.

Poerwandari, E.K. (2007). Pendidikan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: Perfecta.

Rahmat, Pupu Saeful. (2009). Jurnal Penelitian Kualitatif. Equilibrium vol. 5 no. 9.

Silaen, A. C, &Dewi, K. S. (2015). Hubungan Antara RegulasiEmosidenganAsertivitas. Diponegoro: Fakultas Psikologi UniversitasDipongoro. Vol 4 (2).

Stappenbeck, C. A dan Fromme, K. (2014). The Effect of Alcohol, Emotion Regulation, and Emotional on the Dating Aggression Intentions of Men and Woman. Texas: Departmen of Psychology. Vol 28 (1)

Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabe




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/ecopsy.v5i3.5567

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

     

     

    

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats