Peran moderasi efikasi diri terhadap hubungan antara kohesivitas kelompok dan kemalasan sosial

Ayu Siti Rahayu(1),Agus Abdul Rahman(2*)
(1) Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati
(2) Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v6i2.6447

Abstract

Kemalasan sosial merupakan fenomena tidak menguntungkan bagi kerja kelompok. Salah satu faktor kelompok yang secara empirik dapat menurunkan fenomena tersebut adalah kekompakan kelompok. Pada penelitian ini, selain menguji kembali pengaruh kekompakan kelompok dan kemasalah sosial, juga ingin menguji sejauhmana peran moderasi efikasi diri terhadap hubungan antara kohesivitas dan kemalasan sosial tersebut. Efikasi diri dipakai sebagai variabel moderator karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang efikasi dirinya tinggi akan lebih baik bekerja dalam kelompok daripada sendirian. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa di salah perguruan tinggi negeri di kota Bandung, yang berjumlah 198 orang. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Self efficacy diukur dengan menggunakan skala dari Albert Bandura, kohesivitas kelompok diukur dengan menggunakan skala Carron, Colman, dan Wheeler, dan kemalasan sosial diukur dengan menggunakan skala Myers. Hasil analisis data menunjukkan bahwa baik kohesivitas kelompok maupun efikasi diri berpengaruh negatif terhadap kemalasan sosial. Selain itu, analisis data juga menunjukkan bahwa efikasi diri dapat meningkatkan hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dan kemalasan sosial 

Keywords


Efikasi Diri; Kohesivitas Kelompok; Kemalasan Sosial

References


Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York, NY, US: W H Freeman/Times Books/ Henry Holt & Co

Carron, A. V., Colman, M. M., Wheeler, J., & Stevens, D. (2002). Cohesion and performance in sport: A meta analysis. Journal of Sport & Exercise Psychology, 24(2), 168-188.

Harkins, S. G., & Petty, R. E. (1982). Effects of task difficulty and task uniqueness on social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 43(6), 1214-1229.

Hoigard, R., Tofteland, I., & Ommundsen, Y. (2006). The effect of team cohesion on social loafing in relay team. International journal of applied sport sciences, 18(1), 69-73.

Karau, S. J., & Williams, K. D. (1993). Social loafing: A meta-analytic review and theoretical integration. Journal of Personality and Social Psychology, 65(4), 681-706.

Latané, B., & Wolf, S. (1981). The social impact of majorities and minorities. Psychological Review, 88(5), 438-453.

Latané, B., Williams, K., & Harkins, S. (1979). Many hands make light the work: The causes and consequences of social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 37(6), 822-832.

Myers, David G. (2012). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika.

Sanna, L. J. (1992). Self-efficacy theory: Implications for social facilitation and social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 62(5), 774-786.


Article Statistic

Abstract view : 624 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 640 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 22 May 2019
Published : 15 October 2019

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ayu Siti Rahayu, Agus Abdul Rahman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.