PSYCHOLOGICAL CAPITAL DAN FAKTOR KEBERHASILAN PEMBERDAYAAN EKONOMI PADA KOMUNITAS USAHA BATIK
Abstract
Kemiskinan tidak hanya bisa dilihat dari kacamata ekonomi, melainkan pemahaman faktor psikologis juga sangat diperlukan. Keberadaan Posdaya migunani yang terletak di Dusun Plalangan, Pondowoharjo, Sleman Yogyakarta, sejak beberapa tahun terakhir ini terbukti telah berhasil memberdayakan warga sekitarnya dan mengentaskan kemiskinan. Salah satunya adalah melalui program pemberdayaan perempuan dengan pembentukan Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga di dusun tersebut. Hal yang menarik untuk dikaji dari Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi tersebut adalah bagaimana psychological capital pada anggota komunitas usaha tersebut. Selain itu perlunya juga memahami bagaimana program pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Batik Ayu Arimbi tersebut dapat berhasil secara organisasi komunitas hingga mampu memberikan penghasilan bagi para anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria ; 1) anggota Batik Ayu Arimbi, 2) masa bergabung komunitas minimal 3 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur yang dipandu oleh panduan wawancara. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengungkapkan bagaimana psychological capital dan faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Usaha Batik. Dan penelitian ini diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat khasanah pengetahuan dan memberikan sumbangsih masukan pada program pemberdayaan pengetasan kemiskinan baik itu dari pemerintah ataupun organisasi masyarakat.
Keywords
References
Al, D., & Syafiq, M. (2014). Studi Fenomenologi Perempuan Miskin Kota Sebagai Tulang Punggung Keluarga. Character : Jurnal
Penelitian Psikologi, 2(3), 56–65.
Argyris, C. & Schön, D. (1996).
Organizational learning II: Theory, method and practice, Vol. 1. Boston: Addison-Wesley.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The Exercise of Control. New York: Freeman.
Chambers, R. (1983). Pembangunan Desa (Mulai dari belakang). LP3ES. Jakarta.
Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi. Bandung: Widya Padjajaran
Luthans, F. Youssef, M. & Avolio, Bruce J. (2007). Psychological Capital: Developing the Human Competitive Edge. New York: Oxford University Press.
Masten, A. S., & Reed, M.J.
(2002). Resiliency in Development. In C.R. Snyder & S. Lopez (eds.), Handbook of Positive Psychology, Oxford University Press.
Ortigas, C. D. (2000). Poverty revisited. A Social Psychological Approach to Community Empowerment. Manila : Ateneo de Manila University Press.
Page, K. (2005). Subjective Well-Being In The Workplace. Deakin University.
Pratama, C. (2013). Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberdayaan perempuan Desa
Joho di lereng gunung Wilis. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik,1(01).
Ramadhan, R., & Ratnaningsih,
I. Z. (2017). Hubungan Antara Psychological Capital Dengan Intensi Berwirausaha Pada Mahasiswa Program Studi
Peternakan Fakultas Peternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro. Empati,6(1), 346-351.
Schulman, P. (1999). Applying learned optimism to increase sales productivity. Journal of Personal Selling & Sales Management, 19 (1), 31-37.
Seligman, M. (1998), Learned Optimism. New York: pocket books, 579-594.
Snyder, C. R. (1994). Hope and Optimism. Enchychopedia of Human Behavior (vol.2, 535-542). San Diego : Academic Press.
Todryk, L. (1990). The project manager as team builder: Creating an effective team. Project Management Institute.
Article Statistic
Abstract view : 1516 timesPDF (Bahasa Indonesia) views : 1811 times
Dimensions Metrics
Article History
Submited : 3 May 2020Published : 3 May 2020
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Muhammad Nur Syuhada, Muhammad Nur Syuhada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

