Penerapan Kaidah Fiqih dalam Penetapan Hukum Islam Bedah Mayat Kedokteran
Abstract
Abstract: The medical autopsy is a post-mortem that is performed for the benefit of the medical world. On the one hand, the corpse is the body that must be respected. On the other hand, the medical profession can not be separated from the implementation of the post-mortem. Therefore, the Islamic jurisprudence of post-mortem should be determined by careful consideration in order to obtain the best benefit. Since the Islamic jurisprudence of medical autopsy was not stated in the Qur'an and hadith, ijtihad method should be performed. The rules of Islamic jurisprudence is the rule that is reliable in addressing different issues of Islamic jurisprudence, including the issues of Islamic jurisprudence of medical autopsy. Thus, the rules of Islamic jurisprudence can be applied in consideration of determination of Islamic jurisprudence of medical autopsy.
Keywords: autopsy, Islamic jurisprudence of autopsy, the rules of Islamic jurisprudence
Abstrak: Bedah mayat kedokteran merupakan bedah mayat yang dilakukan untuk kepentingan dunia kedokteran. Di satu sisi, mayat merupakan jasad yang harus dihormati. Di sisi lain, profesi kedokteran tidak dapat terlepas dari pelaksanaan bedah mayat. Oleh karena itu, hukum Islam bedah mayat perlu ditetapkan dengan pertimbangan yang mendalam agar dapat diperoleh kemaslahatan yang terbaik. Berhubung hukum bedah mayat kedokteran tidak ada disebutkan dalam Al-qur’an dan hadits, metode ijtihad harus dilakukan. Kaidah fiqih merupakan kaidah yang cukup andal dalam menjawab berbagai masalah hukum Islam, termasuk masalah hukum bedah mayat kedokteran. Dengan demikian, kaidah fiqih dapat diterapkan dalam pertimbangan penetapan hukum Islam bedah mayat kedokteran.
Kata kunci: Bedah mayat, hukum Islam bedah mayat, kaidah fiqih
Full Text:
PDFReferences
Peraturan Pemerintah RI No. 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia. Jakarta: Lembaran Negara RI No. 23 Tahun 1981
Sanusi, ID. Otopsi dalam Ferdinandus, SEJ dkk: Petunjuk Praktika Otopsi. Surabaya: Mecphiso Grafika; 1984
Suma, HMA. Himpunan Undang-undang Perdata Islam & Peraturan Pelaksanaan Lainnya di Negara Hukum Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2004
Dolong dkk (eds). Islam untuk Disiplin Ilmu Kedokteran dan Kesehatan I. Jakarta: Departemen Agama RI, Direktorat jenderal Kelembagaan Agama Islam; 2002
AlHafidz, AW. Fikih Kesehatan. Jakarta: Amzah; 2007
Qardhawi, Y. Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid I. Penerjemah Yasin, As’ad. Jakarta: Gema Insani Press; 1995
Abbas AS. Qawa’id Fiqhiyyah dalam Perspektif Fiqh. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya dan Anglo Media; 2004
Syukur, HMA. Pengantar Ilmu Fikih & Ushul Fikih. Surabaya: PT Bina Ilmu; 1990
Makarim, S. Fatawa Al-Ustadz Umar Hubeis. Jakarta: Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah; 1993
Praja, JS. Filsafat Hukum Islam. Bandung: LPPM Universitas Islam Bandung; 1995
Hasan, MA. Masail Fiqhiyah Al-Haditsah pada Masalah-masalah Kontemporer Hukum Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 1997
Idries, AM dkk. Pedoman Praktis Ilmu Kedokteran Kehakiman bagi Penyidik Cetakan I. Jakarta: Lembaga Kriminologi UI; 1979
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i1.938
Article Metrics
Abstract view : 2814 timesPDF - 370 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran
Indexed by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





