Perbedaan Berat Bayi Lahir dari Ibu Preeklampsia Berat dan Tidak Preeklampsia: Tinjauan terhadap RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013
Abstract
ABSTRACT: Severe preeclampsia is one of the pregnancy complication (for gestational age >20 weeks), characterized by blood pressure ≥160/110 mmHg and proteinuria >5g/24 jam. Severe preeclampsia can lead to fetus complication such as low birth weight babies. This study aimed to determine the diferences of birth weight between mother severe preeclampsia and non-preeclampsia at Banjarmasin Ulin Hospital from June to August 2013 with case-control approach. One hundred and twenty-six samples are collected with 63 samples were severe preeclampsia mother and 63 samples were non-preeclampsia mother, selected in simple random sampling. The results showed that the mean weight of babies born from severe preeclampsia mother was 2884.13 ± 524.1 grams, and mean birth weight of the mother non-preeclampsia was 3253.17 ± 390.9 grams. The results was analysed using independent T-test (α=95%) showed that p value=0,000, it can be concluded that there was a significant difference birth weight infant between mothers with severe preeclampsia and non-preeclampsia.
Keywords : severe preeclampsia, birth weight infant, Banjarmasin Ulin Hospital.
ABSTRAK: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi kehamilan pada usia kehamilan >20 minggu, ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg dan proteinuria >5g/24 jam. Preeklampsia berat dapat menyebabkan komplikasi pada janin berupa bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 dengan pendekatan case control. Total sampel sebanyak 126 orang dengan ibu preeklampsia berat 63 orang dan ibu tidak preeklampsia 63 orang, dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat sebesar 2884,13 ± 524,1 gram dan rerata berat bayi lahir dari ibu tidak preeklampsia sebesar 3253,17 ± 390,9 gram. Hasil analisis data dengan menggunakan uji T tidak berpasangan (α=95%) menunjukkan nilai p=0,000, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna antara berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013.
Kata kunci: preeklampsia berat, berat bayi lahir, RSUD Ulin Banjarmasin.
Full Text:
PDFReferences
Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Ed 4. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2010.
Vasarhelyi B, Cseh A, Kocsis I, et al. Three mechanisms in the pathogenesis of pre-eclampsia suggested by over-represented transcription factor-binding sites detected with comparative promoter analysis. Molecular Human Reproduction 2006; 12(1): 31–34.
Khanduri CKC. Severe eclampsia with unusual and alarming presentation: anaesthetic management. Indian J. Anaesth 2006; 50(6): 466–468.
Lim dan Kee-Hak. Preeclampsia. Harvard Medical School, 2009. Available from: (http://emedicine.medscape.com/article/1476919-overview, di akses tanggal 20 Desember 2012).
Ryadi PDA. Dalam : Abbas HD. Hubungan preeklampsia/eklampsia dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2011. Skripsi
Anonymous. Laporan tahunan 2011. Bagian/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran UNLAM RSUD ULIN Banjarmasin, 2011.
Anonymous. Buku register verlos kamer (VK) bersalin tahun 2012. Bagian/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran UNLAM RSUD Ulin Banjarmasin, 2012.
Suwoyo, Antono SD, dan Triagusanik E. Hubungan preeklampsia pada kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes 2011; II: 24-32.
Zuhrina. Dalam : Suwoyo, Antono SD, Triagusanik E. Hubungan Preeklampsia pada kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes 2011; II: 25.
Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, dkk. Buku ajar neonatologi. Ed 1. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2012.
Wahyuni A dan Rachmawati FN. Hubungan preeklampsia berat pada ibu hamil terhadap BBLR di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005. Mutiara Medika 2007; 8(1): 53.
Silalahi GA. Metodologi penelitian dan studi kasus. Jakarta: Citramedia 2000.
Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Edisi 5 Seri evidence base medicine 1. Jakarta: Salemba Medika, 2011.
Departemen Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2007. Pusat Data dan Informasi, Health Statistic. Jakarta: Depkes RI, 2008.
Livinec FB, Briand V, Berger J, et al. Maternal Anemia in Benin: Prevalence, Risk Factors, and association with Low Birth Weight. Am.J.Trop.Med.Hyg,. 2011; 85(3): 414-420.
Huppertz B. Placental origins of preeclampsia: challenging the current hypothesis. Hypertension 2008; 51: 970-975.
Rasmussen S dan Irgens LM. History of fetal growth restriction is more strongly associated with severe rather than milder pregnancy-induced hypertension. Hypertension. 2008; 51: 1233.
Cunningham FG, Gant NF, Lenevo KJ, et al. Hypertensive disorders in pregnancy. In : Williams Obstetrics 22nd ed, New York: McGraw Hill 2005: 567-618.
Sacher RA dan McDherson RA. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. Ed 11. Jakarta : EGC, 2004.
Leveno KJ, Cunningham FG, Gant NF, et al. Obstetri williams panduan ringkas. Ed. 21. Jakarta: EGC, 2009.
Emery SP. Hypertensive disorders of pregnancy: Overdiagnosis is appropriate. Cleveland Clinic Journal of Medicine 2005; 72(4): 345-325.
Ratih, Hadisaputro, dan Kristanto. Hubungan kadar albumin urin dengan berat badan lahir bayi pada preeklampsia berat. Maj Obstet Ginekol Indones; 2009; 33(1).
Sari V, Siswishanto R, dan Rumekti D. Perbandingan ekspresi protein bax dan apoptosis sel trofoblas plasenta antara preeklampsia berat/eklampsia dengan kehamilan normotensi. RSUP dr Sardjito Yogyakarta. 2012.
Baktiyani SCW dan Wahjudi I. Perbedaan efektifitas pemberian vitamin e 100 dengan aspirin 81 mg untuk pencegahan preeclampsia priigravida. Jurnal Kedokteran Brawijaya 2005; 21 (3).
Baktiyani SCW. Pengaruh pemberian kombinasi nac dengan vitamin c dan e terhadap stress oksidatif pada huvecs dipapar plasma eklampsia. Jurnal Kedokteran Brawijaya 2007; 23 (3).
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i12.959
Article Metrics
Abstract view : 981 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran
Indexed by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





