PENGGUNAAN BAHASA SLANG WARIA DI KOTA BARABAI

Nani Marliani M. Rafiek Jumadi

Abstract


Abstract
The Use Transgender Slangs in Barabai City. This study aims to describe and explain the
use of transgender slangs in the city of Barabai as well as to the describe and explain the
from of the word formations in the use of transgender slangs in the city of Barabai. This
research uses descriptive qualitative research method with sociolinguistic approach. The
data of this research is from the speeches of the transgender people, so the data source is
the transgender people. Data collection was done by observation technique, interview
technique, recording technique, and technique of renotetaking. The data then were
transcribed, classified, presented and concluded. The instrument of this research is a table
that classifies data in accordance with the types of word forms, namely the forms of the
word based and the word formations. The results of this study indicate that there are 201
words of the transgender slangs used in 62 discourse fragments analyzed which are
created from the transgender language itself or from the word formations which endings
consist of 12 categories and the formations are from the English language. The meanings
of these words have various meanings depending on the conversations carried out by
transgender people, for example: one word has many meanings and it depends on the
contents of the conversations they have. From the 60 discourse conversations, there are
270 uses of slang words in the form of affixation process,i.e. prefixes, infixes (insertion),
suffixes or confixes (prefix and suffix) and reduplication process.
Key words: slang, transvestite, word
Abstrak
Penggunaan Bahasa Slang Waria di Kota Barabai. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan kosakata bahasa slang waria di kota
Barabai serta mendeskripsikan dan menjelaskan wujud kata bentukan dalam penggunaan
bahasa slang waria di kota Barabai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode
deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah dari
tuturan para waria dan sumber datanya dari para waria. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekaman, dan teknik catat. Data
itu lalu mentranskripsikan, mengklasifikasi, menyajikan serta menyimpulkan. Instrumen
penelitian ini berupa tabel yang mengklasifikasikan data sesuai dengan jenis wujud kata,
yaitu wujud kata dasar dan kata bentukan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa
penggunaan kosakata bahasa slang yang digunakan dari 62 penggalan wacana yang telah
dianalisis terdapat 201 kosakata yang tercipta dari bahasa waria itu sendiri maupun dari
tata bentukan kata yang berakhiran yang terdiri dari 12 kategori dan tata bentukan dari
bahasa Inggris. Makna dari kata-kata tersebut mempunyai berbagai arti tergantung dari
16
percakapan yang dilakukan para waria, misalnya dari satu kata mempunyai banyak arti
dan itu tergantung pada isi pembicaraan atau percakapan yang mereka lakukan. Dan dari
60 percakapan wacana terdapat 270 penggunaan kosakata bahasa slang dalam wujud
kata bentukan berupa proses afiksasi yaitu prefiks (awalan), infiks (sisipan), sufiks
(akhiran) maupun konfiks (awalan dan akhiran) dan proses reduplikasi.
Kata-kata kunci: slang, waria, kata


Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2003. Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik Edisi Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Rafiek, Muhammad. 2006. Ragam Bahasa Waria di Kalimantan Selatan: Kajian Kosakata,

Makna, Jenis, dan Kaidah serta Asosiasi Kata (Bahasa Rahasia Kaum Marginal

“Bancir”). Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan

Daerah, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat.

Rafiek, Muhammad. 2009. Sosiolinguistik, Kajian Multidisipliner. Malang: Universitas Negeri

Malang.

Rafiek, Muhammad. 2013. Ragam Bahasa Waria dalam Sinetron. Jurnal Bahasa, Sastra, dan

Pembelajarannya, 3 (1): 4-18.

Rafiek, Muhammad dan Zulkifli. 2015. Jenis Kosakata, Makna, Klasifikasi, Tata Bentukan, Tanpa

Tata Bentukan, dan Pengaruh Bahasa Daerah dan Asing pada Bahasa Waria di

Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra

Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat.

Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v9i1.6245

Article Metrics

Abstract view : 873 times
PDF - 3840 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA



Indexed By:

    

    


JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA © 2013 by Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat is licensed under CC BY-NC-SA 4.0