PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PREFIKS BER- DALAM BAHASA INDONESIA DAN BA- DALAM BAHASA BANJAR

Rustam Effendi

Abstract


Abstract
Similarities and Differences in the Prefix ber- in Indonesian and ba- in Banjarese.
Prefixes ber- and ba- in Indonesia and Banjarese have similarities and differences in
terms of forms, fungtions, and meanings. The similarities is due to the fact that
Indonesia and Banjarese have the same origin, wich comes from Malay. The prefikx
ber- in Indonesia has three allomorphs namely ber-, be-, and bel- while the Banjarese
only two, namely ba- and bal. Ber- and ba- functions are the same as forming
intransitive verbs, but ba- in Banjar language can also function to form transitive verbs.
The meaning of ber- and ba- has many similarities but there are also differences.
Prefixes ba-, for example, can mean ‘more or intentionally doing a work’ as example
panjang → bapanjang; kaina → bakaina, and gugur → bagugur.
Key words: ber- prefix, ba- prefix, Indonesian language, Banjar language
Abstrak
Persamaan dan Perbedaan Prefiks Ber- dalam Bahasa Indonesia dan Ba- dalam
bahasa Banjar. Prefiks ber- dalam bahasa Indonesia dan ba- dalam bahasa Banjar
memiliki persamaan dan perbedaan dalam hal bentuk, fungsi, dan makna. Persamaan
itu disebabkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Banjar memiliki asal yang sama
yakni berasal dari bahasa Melayu. Prefiks ber- dalam bahasa Indonesia memiliki tiga
alomorf, yakni ber-, be-, dan bel-, sedangkan bahasa Banjar hanya memiliki dua
alomorf, yakni ba- dan bal-. Fungsi ber- dan ba- sama-sama sebagai pembentuk kata
kerja intranstif, namun, ba- dalam bahasa Banjar dapat juga berfungsi untuk
membentuk kata kerja transitif, seperti pada baunjun sapat ‘mengail ikan sepat’, dan
lain-lain. Makna ber- dan ba- memiliki banyak kesamaan, namun ada pula
perbedaannya. Prefiks ba-, misalnya, dalam bahasa Banjar dapat mengandung makna
‘semakin, dengan sengaja melakukan suatu pekerjaan’ apabila ba- itu berhubungan
dengan kata adjektiva, seperti panjang → bapanjang, kaina → bakaina, gugur →
bagugur, dan lain-lain.
Kata-kata kunci: prefiks ber-, prefiks ba-, bahasa Indonesia, bahasa Banjar


Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan; Dardjowidjojo, Soenjono; Lapoliwa, Hans; & Moeliono, Anton M. 2000. Tata

Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Collins, James T. 2011. Bahasa Melayu Bahasa Dunia; Sejarah Singkat. Jakarta: Yayasan

Pustaka Obor Indonesia.

Djajasudarma, Hj. T. Fatimah. 2009. Semantik 1. Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: PT Refika

Aditama.

Kawi, Djantera, 2011. Telaah Bahasa Banjar. Banjarbaru: Scripta Cendekia.

Kawi, Djantera. 1991. Bahasa Banjar: Dialek dan Subdialeknya. Jakarta: Fakultas Sastra

Universitas Indonesia.

Kawi, Djantera & Effendi, Rustam. 1993. Refleksi Etimon Proto-Austronesia dalam Bahasa

Banjar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Keraf, Gorys. 1984. Tatabahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah.

Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Ramlan, M. 2001. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.

Unsiah, Frida & Yuliati, Ria. 2018. Pengantar Ilmu Linguistik. Malang: UB Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v9i1.6251

Article Metrics

Abstract view : 1951 times
PDF - 5471 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA



Indexed By:

    

    


JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA © 2013 by Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat is licensed under CC BY-NC-SA 4.0