Analisis Usahatani dan Nilai Tambah Jagung Hibrida Pipil Kering Sebagai Pakan Ternak di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut

Rivaldi Ramadani, Eka Radiah, Hairin Fajeri

Abstract


Abstrak. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah sendiri mengalami permasalahan. Iklim yang tidak menentu serta terbatasnya pengetahuan petani dalam analisis usahatani yang mereka jalankan menyebabkan kurang maksimalnya pengetahuan petani secara teorisits tentang usahatani jagung pipil yang dilakukan apakah memberikan keuntungan yang maksimum atau tidak jika dilihat dari RCR (Return Cost Ratio). Adanya nilai tambah terhadap penjualan jagung pipil, didasari oleh perbedaan harga jual antara jagung pipil kering dan jagung pipil basah. Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah dari usahatani jagung pipil tersebut. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (contoh acak sederhana) yaitu 47 responden petani jagung pipil yang diambil. Analisis data yang digunakan adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani jagung pipil untuk satu kali periode tanam mencapai 23.890,97 kg dengan jumlah 1.122.876 kg. Kemudian untuk penerimaan petani jagung pipil rata-rata sebesar Rp 69.283.838,30,00 dengan jumlah Rp 3.256.340.400 dari keseluruhan petani responden. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam satu kali periode tanam sebesar Rp 33.950.143,61,00 dengan total biaya sebesar Rp 1.595.656.750,00. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 1.799.905.650,00 dengan keuntungan sebesar Rp 1.660.683.650,00. Nilai R/C Ratio pada usahatani jagung pipil sebesar 2.21. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah dapat dikatakan efisiensi dan layak untuk diusahakan. Selanjutnya untuk nilai tambah yang diperoleh dalam usahatani jagung pipil kering sebesar Rp 1.285,00 Nilai tambah tersebut diperoleh dari pengurangan nilai output (jagung pipil kering) dengan biaya bahan baku dan biaya input lainnya.

Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah

 


Full Text:

PDF

References


Belkaoui, Ahmed. 2006. Teori Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat

Hastuti. D. R. D. & Samsuriadi. 2016 Jurnal Ekonomi Pembangunan Dan Pertanian. Media Komunikasi Ilmiah, 1(2),2

Naim. M. 2017. Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Hibrida Melalui Pemberian Pupuk Organik Cair. 5(1),1-13

Purwanto. A. Z. A., Hadayani., A. Muis. 2015. Analisis Produksi Dan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Di Desa Modo Kecamatan Bukal Kabupaten Buol. J. Agroland. 22(3), 205-215

Rangkuti, K., S, Siregar., M, Thamrin. & R, Andriano., 2014. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Jagung. Agrium. 19(1), 52-58

Soekartawi. 1995. Analisis Usaha Tani. UI Press. Jakarta.

Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian. UMM Press, Malang.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i3.1305

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis