Analisis Klasifikasi Konflik dan Manajemen Konflik Akibat Alih Fungsi Lahan di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar

Dian Nugraha Ramadhan, Mira Yulianti, Luthfi Fatah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi dan manajemen konflik yang muncul akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian. Alih fungsi lahan menjadi penyebab berubahnya struktur kesempatan kerja dan pendapatan komunitas, hal ini dapat mendorong terjadinya sebuah konflik sosial. Berdasarkan teori T. Hani Handoko, konflik dibagi menjadi 5 tingkatan: (1) Konflik individu; (2) Konflik antar individu; (3) Konflik individu dengan kelompok; (4) Konflik antar kelompok; (5) Konflik antar organisasi. Manajemen konflik bertujuan untuk memberikan solusi bagi perbedaan pendapat ataupun kepentingan. Manajemen konflik menurut Thomas & Kilmann (1974) mencakup 5 metode: (1) Kompetisi; (2) Kolaborasi; (3) Kompromi; (4) Menghindar; (5) Mengakomodasi. Penelitian dilakukan pada Juli-Agustus menggunakan metode snowball sampling, dengan data primer dan sekunder. Hasil menunjukkan bahwa konflik jarang terjadi, dengan rata-rata skor 1,62. Kultur kekeluargaan kuat menjadi faktor utama, meskipun beberapa konflik muncul akibat gangguan ekologi seperti hama dan penyempitan sungai. Manajemen konflik umumnya menggunakan gaya kolaborasi (rata-rata skor 2,34), dengan penyelesaian melalui diskusi dalam forum masyarakat.

Full Text:

PDF

References


Azhar, M. S. (2021). Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Non Pertanian Terhadap Petani Di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar [Thesis, Universitas Lambung Mangkurat]. Universitas Lambung Mangkurat Repostitory

BPS Indonesia. (2023). Booklet Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2023.

BPS Kalsel. (2023). Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka 2023.

BPS Kec. Gambut. (2019). Kecamatan Gambut Dalam Angka 2019.

Fatah, L. (2007). Dinamika Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (Ed. 2). Pustaka Banua.

Fisher. (2000). Sources of Conflict and Methods of Conflict Eesolution. International Peace and Conflict Resolution School of International Service. The American University.

Handoko, T. H. (2002). Manajemen Personalia Dan Sumberdaya Manusia (Edisi II). Penerbit Salemba Empat.

Mahyudi, F. (2016). Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Lokal Siam Unus Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu. Media Sains.

Setyawan, D. (2023). Implementasi Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Terhadap Alih Fungsinya Yang Terjadi Di Kecamatan Gambut (Studi Pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Banjar). [Skripsi, Universitas Lambung Mangkurat]. Universitas Lambung Mangkurat Repository.

Thomas, K. W., & Kilmann, R. H. (1974). Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument. XICOM.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v8i4.14594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Frontier Agribisnis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis