Pola Komunikasi Kelompok dalam Implementasi Program Urban Farming di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru (Studi Kasus Kelompok Cempaka Berkah)
Muhammad Iqbal, Nurmelati Septiana, Ana Fauziyatun Nisa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi dan pola komunikasi untuk melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dapat mendukung keberhasilan program urban farming dalam kelompok masyarakat Cempaka Berkah di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Kelompok Cempaka Berkah merupakan salah satu kelompok percontohan yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru pada tahun 2022 dan masih aktif sampai sekarang. Komunikasi dalam kelompok menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan kelompok Cempaka Berkah untuk menjalankan kebijakan program urban farming. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Desember 2024 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, dengan data primer dan sekunder. Hasil menunjukan partisipasi aktif anggota kelompok berhasil menunjukan proses komunikasi kelompok yang bisa dikatakan berjalan dengan baik walaupun dalam prosesnya masih menghadapi beberapa hambatan dalam proses komunikasi. Pola komunikasi yang dominan digunakan oleh kelompok merupakan pola komunikasi roda yang menempatkan satu orang untuk menjadi pusat informasi.
References
Daryanto. (2014). Teori Komunikasi (I). Penerbit Gunung Samudera. Malang, Indonesia.
Holland, M. (2017). The Change Agent in Achieving Cultural Change in Networked Libraries. Collier Macmillan Publiser. London.
Perwirawati, E. (2019). Pola Komunikasi Kelompok Agama Dalam Pencegahan Penyebaran Ujaran Kebencian di Kecamatan Medan Polonia Pada Pemilihan Presiden Tahun 2019. Jurnal Darma Agung, XXVII(3), 1124–1127.
Sukarji, G. (2017). Peran Komunikasi dalam Organisasi. Artikel Kementerian Agama ESDM Republik Indonesia, 25(2), 107–113.
Yulianti, M., Septiana, N., & Hartoni. (2023). Analysis of Urban Farming Development in Banjarbaru City. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 144(12), 249–256.
DOI:
https://doi.org/10.20527/frontbiz.v9i2.15370
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Frontier Agribisnis

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, IndonesiaEmail: [email protected]
