Dampak Sekolah Lapang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Penerapan Prosedur Budidaya Cabai oleh Petani di Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur
Abstract
Sekolah Lapang merupakan proses pembelajaran non formal yang digunakan dalam program Bertani Untuk Negeri (BUN) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Sekolah Lapang terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya cabai oleh petani di Kecamatan Gekbrong, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya setelah Sekolah Lapang. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Yayasan Edufarmers Internasional. Metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan total skor dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Lapang memberikan dampak positif terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya cabai. Sebelum mengikuti Sekolah Lapang 61,11% petani berada pada tingkat pengetahuan sedang meningkat menjadi 93,51% petani berada pada kategori tinggi setelah Sekolah Lapang. Demikian pula pada tingkat penerapan SOP budidaya meningkat dari 77,78% petani berada pada kategori sedang menjadi 100% petani dalam kategori tinggi. Ditemukan hubungan yang berlawanan arah antara tingkat pengetahuan petani dengan penerapan SOP budidaya, yang menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi implementasi di lapangan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
BPS. (2022). Analisis Profil Penduduk Indonesia. Badan Pusat Statistik.
BPS Kabupaten Cianjur. (2024). Kecamatan Gekbrong dalam Angka 2024 (Rustandi (ed.)). BPS Kabupaten Cianjur.
BPS RI. (2024). Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulan 2020 - 2024 (Vol. 7). Badan Pusat Statistik RI.
Charina, A., Andriani, R., Hermita, A., & Deliana, Y. (2017). Penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada agribisnis sayuran organik. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 2(1), 205–290.
Direktorat Jenderal Hortikultura. (2024). Angka Tetap Hortikultura Tahun 2023. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.
Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat. (2020). Standar Operasional Prosedur Budidaya Cabai Rawit. Kementrian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat.
Edufarmers. (2024). Impact Report 2023. In Edufarmers.
Kementerian Pertanian. (2017). Budidaya Cabai Di Lahan Pertanian & Perkotaan. Iaard Press.
Nuzuliyah, L., & Irawan, D. (2022). Evaluasi penyuluhan model sekolah lapang terhadap perubahan perilaku petani padi di Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Partner, 27(2), 1836–1846.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Supriadi, Agus, A., Darwin, M., Rijanta, & Pertiwiningrum, A. (2017). Adopsi inovasi peternakan terintegrasi studi kasus: Desa Argorejo dan Argosari Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul Provinsi D.I Yogjakarta. Buletin Peternakan, 41(3), 338–348. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v41i3.22366
UPTD BPP Bantul. (2024). Sekolah Lapang UPTD Balai Penyuluhan (UPTD BPP) Kabupaten Bantul.
Wulandari, A., Radiah, E., & Mariani. (2024). Tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai di Kecamatan Cintapuri Darussalam. Frontier Agribisnis, 8(2), 379–384.
Zuhra, R., Hasanuddin, & Lisnawita. (2017). Efektivitas bakteri endofit sebagai pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi cabai (Capsium annum L.). Jurnal Pertanian Tropik, 4(1), 65–74.
DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v9i3.15981
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Frontier Agribisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Email: [email protected]




.png)



