Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kedelai Menjadi Tahu pada Pabrik Tahu Supangat
Abstract
Agroindustri tahu merupakan sektor penting yang berpotensi memberikan nilai tambah signifikan terhadap komoditas kedelai. Meskipun demikian, banyak pelaku usaha, termasuk Pabrik Tahu Supangat di Kota Banjarbaru, menghadapi tantangan dalam hal efisiensi dan pencatatan keuangan yang belum rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan besaran nilai tambah yang dihasilkan oleh Pabrik Tahu Supangat. Menggunakan metode studi kasus dengan data kuantitatif selama periode Januari 2025, penelitian ini menemukan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp278.071.465. Usaha ini berhasil mencatatkan total penerimaan sebesar Rp404.460.000 (terdiri dari penjualan tahu Rp393.120.000 dan ampas tahu Rp11.340.000), sehingga memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp126.388.535. Analisis nilai tambah menunjukkan hasil yang bervariasi antar produk: produk tahu bantet menghasilkan nilai tambah sebesar Rp116.492.273 dengan rasio 41,69% (kategori tinggi), sementara produk tahu pong menghasilkan nilai tambah Rp31.207.817 dengan rasio 24,96% (kategori sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun usaha ini sudah sangat menguntungkan, terdapat potensi besar untuk optimalisasi, khususnya pada lini produk tahu pong, guna meningkatkan nilai tambah secara keseluruhan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru. (2023). Industri tahu kedelai Kota Banjarbaru.
Elianingsih, E., Wilda, K., & Rahmawati, E. (2018). Analisis nilai tambah dan strategi pemasaran industri keripik tempe (Studi kasus Kripik Tempe Sagu cap ASA di Kota Banjarbaru). Frontier Agribisnis, 2(4), 59–64.
Furuhita, F. A., & Syah, M. A. (2024). Analisis nilai tambah usaha emping garut (Studi kasus Agroindustri Raflesia Emping Garut di Desa Ngasem Kabupaten Bojonegoro). Jurnal AGRICA, 17(2), 249-259.
Hafni, R., Rs, P. H., & Rezeki, D. (2022). Analisis permintaan komsumsi kedelai di Indonesia. Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu, 3(1), 250–264.
Roessali, W. (2020). Analisis nilai tambah pada home industry tahu dan tempe di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobongan. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 18(2), 167-180.
Suratiyah. (2015). Ilmu usahatani. Penebar Swadaya.
Utami, D. A. P., Fausayana, I., & Budiyanto. (2023). Studi rantai nilai tepung sagu di Kota Kendari. Jurnal Sosio Agribisnis, 8(1), 40–51.
DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v9i3.16322
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Frontier Agribisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Email: [email protected]




.png)



