Analisis Preferensi Pengrajin Tempe dalam Pemilihan Bahan baku Kedelai di desa Parerejo

Ainur Febrianti Rochima, Idah Lumhatul Fuad

Abstract


Industri tempe merupakan salah satu agroindustri yang bergantung pada ketersediaan kedelai sebagai bahan baku utama. Sebagian besar pengrajin tempe cenderung memilih kedelai impor karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan kedelai lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi pengrajin tempe dalam pemilihan bahan baku kedelai impor di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 153 pengrajin tempe. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,43% pengrajin memilih kedelai impor sebagai bahan baku utama. Preferensi tersebut dipengaruhi oleh kualitas tempe yang lebih padat, ukuran biji yang seragam, proses fermentasi yang lebih cepat, kemudahan memperoleh bahan baku, kebersihan kedelai, serta kemampuan menghasilkan tempe dengan kualitas dan nilai jual yang lebih baik. Dengan demikian, kualitas bahan baku, efisiensi proses produksi, dan ketersediaan pasokan menjadi faktor utama yang memengaruhi preferensi pengrajin dalam memilih kedelai impor.

Keywords


Preference, Tempe Producers, Imported Soybeans, Raw Materials

References


Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Mayasari, D., Ekowati, T., & Handayani, M. (2023). Preferensi pelaku industri tempe terhadap kualitas bahan baku kedelai di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(1), 741–754.

Naelis, N., & Novindra, N. (2015). Analisis ekonomi pengusaha tempe dalam menghadapi kenaikan harga kedelai impor di Kelurahan Semper, Jakarta Utara. Jurnal Agribisnis Indonesia, 3(2), 97–112.

Permana, A. C., Rosanti, N., & Haryono, D. (2025). Preferensi agroindustri tahu dan tempe dalam pemilihan bahan baku kedelai di Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science, 13(2), 178–184.

Permana, F., Karim, A. R., & Hidayat, P. (2024). Produksi dan impor kedelai di Indonesia: Systematic literature review. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian, 8(1).

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta

Wahyuni, D. (2017). Analisis preferensi agroindustri tempe dalam pemilihan kedelai (Agroindustri tempe di Kota Tasikmalaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 3(3).

Yudiono, K. (2020). Peningkatan daya saing kedelai lokal terhadap kedelai impor sebagai bahan baku tempe melalui pemetaan fisiko-kimia. Agrointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 14(1), 57–66.

Zakiah. (2012). Preferensi dan permintaan kedelai pada industri dan implikasinya terhadap manajemen usaha tani. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 28(1), 77–84.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v10i2.19770

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Frontier Agribisnis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis