Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Padi di Lahan Rawa Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar
Abstract
Abstrak. Penerapan merupakan tindakan yang dilakukan secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, penerapan harus memuat unsur berikut, adanya program yang dilaksanakan, adanya kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat dari program tersebut. Adanya pelaksanaan baik organisasi ataupun perorangan yang bertanggung jawab dan pengelolan, pelaksanaan maupun pengawasan dari proses penerapan. Teknologi adalah penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknologi dalam suatu bidang. Penyelenggaraan budidaya padi di lahan rawa bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup petani agar mempunyai penghasilan tambahan dengan sasaran kegiatan peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau IP 100 sampai dengan IP 300 sehingga meningkatkan produktivitas dan produksi padi di lahan rawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat penerapan teknologi budidaya padi pada lahan rawa di Kecamatan Sungai Tabuk dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat penerapan budidaya padi di lahan rawa. Hasil Penelitian di dapat bahwa tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa kecamatan Sungai Tabuk pada kategori sedang (72,087%). Berdasarkan uji korelasi, faktor internal petani (umur, pendidikan, pengalaman berusahatani dan kekosmopolitan) dan faktor ekternal petani (modal, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan interaksi dengan penyuluh) terhadap tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa signifikan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Kata kunci: penerapan, teknologi, penyelenggaraan budidaya padiFull Text:
PDFReferences
Balittra. 2019. Inovasi Teknologi Lahan Rawa. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru.
BP3K. 2018. Progama Penyuluhan Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar
Dinas TPH Kab. Banjar 2018. Laporan Programa Penyuluhan Pertanian Kabupaten Banjar 2019.
Kementan, 2017. Sukses swasembada : Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045. IAARD Press, Jakarta.
Hadi. S, MA. 1989. Metodologi Research Jjilid III, Yogyakarta
Sumodiningrat, Gunnawan. 2001. Menuju Swasembada Pangan. Penerbit RBI dan SHS, Jakarta.
Sugiyono, 2013. Statistika Non Parametrik. Alfabeta, Bandung
DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i4.2125
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Frontier Agribisnis
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Email: [email protected]




.png)



