Sistem Tataniaga Karet Rakyat di Desa Sebamban Baru Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut

I Putu Pajeng Sutra Negara, Hairi Firmansyah, Usamah Hanafie

Abstract


Sektor perkebunan adalah salah satu sektor perkebunan terbesar di Indonesia. Perkebunan karet merupakan perkebunan yang dijadikan sebagai sumber pendapatan utama bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ialah: (1) untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani karet yang terdapat di desa Sebamban Baru; (2) untuk mengidentifikasi sistem tataniaga yang terdapat di Desa Sebamban Baru; (3) untuk menghitung margin, farmer share, tingkat profitabilitas terhadap biaya serta tingkat efisiensi tataniaga; (4) untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh lembaga-lembaga tataniaga karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sebamban Baru Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan adalah Metode stratified random sampling dan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 keluarga petani prasejahtera, KS l terdapat 6 keluarga petani, KS II terdapat 3 keluarga petani, KS lll terdapat 10 keluarga petani dan KS III+ terdapat 3 keluarga petani. Diketahui terdapat dua sistem tataniaga, Saluran I: petani-pengumpul besar-pabrik dan Saluran II: petani-pengumpul kecil-pengumpul besar-pabrik. Pada Saluran I harga beli dipetani Rp 10.400/kg, harga jual kepabrik Rp 11.600/kg, margin sebesar Rp 1.200/kg, biaya pemasaran Rp 820/kg, keuntungan Rp 380/kg, dan farmer share 92,2%. Saluran II harga beli di petani Rp 10.400/kg, harga beli di pengumpul kecil Rp 10.700/kg, harga jual ke pabrik Rp 11.700/kg, total margin Rp 1.300/kg, total biaya pemasaran Rp 770/kg, keuntungan pengumpul kecil Rp 200/kg dan keuntungan pengumpul besar Rp 330/kg dan farmer share 91,4%. Tingkat profitabilitas terhadap biaya dalam Saluran l yakni 46%. Saluran II pada pengumpul kecil sebesar 200% dan pengumpul besar 49,2%. Efisiensi pemasaran dalam Saluran I yaitu 7,06% dan Saluran II yaitu 6,58%, jadi saluran yang lebih efisien adalah Saluran II. Kendala yang dihadapi yaitu kualitas karet masih kurang baik atau tidak sesuai standar pabrik dan resiko penyusutan berat karet tinggi.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Asmarantaka, R. W. 2013. Pemasaran Agribisnis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut. 2019. Tanah Laut Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut.

Balai Penelitian Sembawa. 2009. Sabtabina Usahatani Karet Rakyat (edisi-5). Pusat Penelitian Karet. Palembang: Balai Penelitian Sembawa.

Devi, C. 2015. Analisis Pendapatan Perkebunan Karet. Fakultas Politeknik Pertanian Bogor: Institut Pertanian Bogor

Direktorat Jendral Perkebunan. 2011. Statistik Perkebunan Indonesia Karet 2010- 2012. Jakarta: Derektorat Jendral Pertanian.

Nasruddin, N. & Ahmad, S. 2015. Tataniaga Pertanian. Banten: Universitas Terbuka.

Sudiyono, A. 2001. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang: UMM Press.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v5i2.5973

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis