Analisis Pemasaran Industri Rumah Tangga Produksi Tempe di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan

Dedi Santoso, Yudi Ferrianta, Nurmelati Septiana

Abstract


Perkembangan industri di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan yang tergolong cepat, salah satunya adalah industri rumah tangga tempe. Metode yang pemasarannya lebih panjang akan mengakibatkan cost pemasaran yang tinggi maka nilai jual produk yang nantinya sampai ke konsumen akhir pun lebih kuat. Sampai saat ini harus ditelaah cara pemasaran tempe dengan mengenali semua faktor pembentuk mekanisme pasar diantaranya lembaga pemasaran, sistem saluran pemasaran, dan manfaat pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran tempe, mengidentifikasi anggaran pemasaran, keuntungan dan margin pemasaran usaha tempe serta mengidentifikasi saluran pemasaran tempe di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan yang paling efisien. Penelitian dilakukan di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai bulan Februari 2020. Jenis data yang digunakan yakni data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan dengan teknik pengambilan contoh cara sengaja (Purporsive sampling) dengan mempertimbangkan industri tempe terbanyak yaitu di Kelurahan Guntung Paikat dan jumlah sampel sebanyak 13 industri pengolahan tempe. Berdasarkan hasil penelitian, pada daerah penelitian terdapat 2 saluran pemasaran, yaitu saluran I yaitu bentuk saluran yang dapat dikatakan pendek dan sederhana karena beberapa pengusaha industri tempe di Kelurahan Guntung Paikat ini memasarkan produk mereka tanpa lembaga perantara tetapi mereka langsung menjual kepada konsumen, dan metode II yaitu tampak satu lembaga perantara yakni pedagang pengecer. Rata-rata biaya pada saluran I sebesar Rp 626,64/kg, keuntungan 623,36/kg margin total Rp 1.250/kg dan share 82,76%. Adapun rata-rata biaya pada saluran II yakni sebesar Rp 479,51/kg keuntungan Rp 479,51/kg margin total Rp 1.100/kg dan share 86,25%.

Full Text:

PDF

References


Dimmas, H. 2013. Analisis Biaya dan Kelayakan usaha tempe. Universitas Negeri Yogyakarta

Haliza, W. D. 2010. Pemanfaatan Kacang-Kacangan Lokal Sebagai Subtitusi Bahan Baku Tempe Dan Tahu.Bulletin Teknologi Pascapanen Pertanian. Bogor

Soekartawi, 2001. Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. PT. Raja Grafindo. Jakarta.

Soekartawi. 2007. Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Analisis Sistem Agroindustri Terpadu. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian

Swastha, B. 2000. Manajemen Pemasaran Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Swastha, B. 2008. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kedua. Yogyakarta: Liberty Offset

Widowati, S. Erliana, G. dan S.S. Antarlina. 2009. Varietas Unggul Kedelai untuk Bahan Baku Industri Pangan. Jurnal Litbang Pertanian. 28 (3). Balai Penelitian Kacang- kacangan dan Umbi-umbian. Malang




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v6i1.5981

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis