Peran Penyuluh Pertanian terhadap Peningkatan Produksi Jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Adhitya Agung Saputra, Masyhudah Rosni, Nurmelati Septiana
Abstract
Usaha tani jagung merupakan salah satu komoditas yang paling diminati sehingga perlu meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi permintaan, sehingga peran penyuluh disini sangat penting untuk peningkatan produksi jagung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produksi jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Kaidah penetapan responden yang dipakai di pengkajian adalah memakai kaidah simple random sampling dimana semua Petani Jagung Batu Tungku adalah populasi yang bersifat homogen sehingga diambil sebanyak 30 untuk mewakili populasi. Tugas Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam rangka memfasilitasi kebutuhan petani dalam hal penyediaan saprodi, mendapatkan benih unggul, mencari mitra untuk menjual jagung, membantu menyediakan pupuk bersubsidi, pengendalian hama dan penyakit, dan membantu petani untuk mendapatkan alat atau sarana kegiatan panen telah dilaksanakan dengan baik. Akan tetapi dalam hal bantuan modal, sistem pengairan lahan, penjualan ke pakan ternak, dan pendampingan pada saat pasca panen masih kurang maksimal. Selain itu, tugas peran penyuluh sebagai edukator dalam pemberian pengetahuan tentang teknik pengairan lahan, pengetahuan cara pengolahan pada tanaman jagung sebelum proses penanaman, pengetahuan atau informasi tentang bibit jagung yang unggul dan tujuan mengapa harus memakai bibit unggul, memberikan pengetahuan tentang cara mengendalikan hama dan memberikan ide atau gagasan baru kepada petani untuk meningkatkan produksi jagung sudah terlaksana dengan baik. Namun, dari pengetahuan tentang penanganan pasca panen, informasi pasar untuk memasarkan hasil panen, dan tentang mendemonstrasikan cara memilih saprodi yang baik (bibit, pupuk, pestisida, peralatan), dan cara panen maupun tanam untuk meningkatkan produksi jagung belum terlaksana.
References
Mubyanto, 2003, Pengantar Ekonomi Pertanian (Jakarta: LP3ES).
Rompas, J., D. Engka, dan K. Tolosang. 2015. Potensi Sektor Pertanian Dan Pengaruhnya Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 15(4), 124-136
Saragih. B. 2001. Posisi Strategi Sistem Agribisnis dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia. Departemen Pertanian, Jakarta.
Erwadi, Doli. 2012. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mengaktifkan Kelompok Tani Di Kecamatan Lubuk Alung. Universitas Andalas. Padang
Suhardono, E. 2018. Teori Peran, Konsep Derivasi dan Implikasinya. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
DOI:
https://doi.org/10.20527/frontbiz.v6i1.5989
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Frontier Agribisnis
Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, IndonesiaEmail: [email protected]
