Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru

Ahmad Afriyadi Pratama, Sadik Ikhsan, Mira Yulianti

Abstract


Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memiliki peluang bisnis cukup besar. Langgeng Kerso Jamur ialah salah satu usaha budidaya jamur tiram milik Bapak Didi yang berada di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Selama ini usahatani Langgeng Kerso Jamur belum melakukan pencatatan terhadap usaha yang dijalankan baik dari aspek biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyelenggaraan usaha jamur tiram pada usaha Langgeng Kerso Jamur, menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan pada usaha Langgeng Kerso Jamur, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pada usaha Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian, penyelenggaraan usaha jamur tiram pada usaha Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka dimulai dari tahap pembuatan baglog jamur tiram, inokulasi dan inkubasi serta menyiapkan kumbung. Selanjutnya dilakukan proses pemeliharaan dan pemanenan selama 4 bulan. Total biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jamur tiram selama satu kali masa produksi sebesar RP 11.209.883. Penerimaan usahatani jamur tiram selama satu kali masa produksi sebesar Rp 18.754.000, pendapatan yang diterima sebesar Rp 13.438.000 dan keuntungan bersih dalam satu kali masa produksi sebesar Rp 7.544.117. Permasalahan yang dihadapi selama melakukan usahatani jamur tiram yaitu pada keuntungan usaha yang terbilang kecil dalam usaha Langgeng Kerso Jamur, ini disebabkan ada beberapa baglog yang gagal tumbuh sehingga dapat mengurangi penerimaan jamur tiram. Kemudian pada saat inokulasi yang rentan terkontaminasi. inokulasi yang tidak teliti akan berakibat pada pertumbuhan jamur yang tidak maksimal atau lambat serta kualitas jamur tiram yang dihasilkan akan rendah. Selain itu juga pertumbuhan jamur dipengaruhi oleh hama pengganggu jamur tiram seperti gurem yang mengakibatkan pertumbuhan jamur tidak maksimal. Penyerangan hama gurem biasanya meningkat pada saat musim hujan.


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Banjarbaru. 2020. Produksi Tanaman Sayuran di Kota Banjarbaru.

Djarijah, N.M. 2001. Budidaya Jamur Tiram. Kanisius. Yogyakarta.

Kasim, S. 2006. Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian. UNLAM. Banjarbaru.

Kasim, S. 2004. Petunjuk Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Setiagama, R. 2014. Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Komposisi Media Tumbuh Serbuk Gergaji Kayu Sengon, Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan Ampas Tahu yang Berbeda. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Suwito, M. 2006. Resep Masakan Jamur dari Chef Ternama. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v6i4.7870

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis