Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Jagung (Zea mays. L) Hubungannya dengan Beberapa Jenis Varietas di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Abstract
Varietas jagung Bisi 18 dan varietas Bisi 2 memiliki perbedaan, yaitu untuk varietas Bisi 18 berbeda dengan varietas Bisi 2 yang menghasilkan 2 tongkol yang seragam dalam satu tanaman, untuk varietas Bisi 18 hanya menghasilkan 1 tongkol dalam 1 tanaman. Dengan perbedaan kedua varietas tersebut dan peluang pasar yang masih terbuka untuk pengembangan usaha agribisnis jagung di kabupaten Tanah laut dan untuk mendukung program swasembada pangan yang mempunyai arti penting bagi peningkatan pendapatan petani, maka perlu dilihat finansialnya dan tidak hanya aspek produksinya saja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyelenggaraan kegiatan pengelolaan usahatani jagung menurut varietas, Untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan usahatani jagung menurut varietas dan perbedaan biaya serta pendapatannya, dan Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi dalam usahatani jagung menurut varietas di Desa Batu Tungku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling petani jagung varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total petani jagung varietas Bisi 18 sebesar Rp8.191.667/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp12.931.579 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.739.912 /ha. Sedangkan rrata-rataa total biaya petani jaguung variietas Biisi 2 Rp8.091.927/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp14.862.329 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp6.770.402 /ha. Dari hasil uji statistik yang dilakukan pada biaya menunjukkan bahwa nilai statistik biaya petani jagung yang menggunakan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 tidak berbeda secara nyata. Sedangkan pada pendappatan menunjjukkan nilai statistik pendapattan petanii jagung yangg menggunakkan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 berbeda secara nyata. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu: terlambatnya mendapatkan pupuk yang membuat membuat petani tidak dapat melakukan pemupukan tepat waktu serta terbatasnya modal membuat petani tidak dapat memperluas atau memperbesar usahataninya
Kata kunci: biaya, pendapatan, petani jagung, varietas Bisi 18, varietas Bisi 2
Full Text:
PDFReferences
Kasim, S. 2004. Petunjuk Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
Kementerian Pertanian. 2010. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2010-2014. Penerbit Kementerian Pertanian, Jakarta
Siswi, Y. 2006. Analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha tani bawang merah di Kabupaten Brebes (Studi Kasus di Desa Larangan) Skripsi. Sarjana IESP FE-UNDIP. Semarang
Suarni dan S. Widowati. 2007. Sturuktur. Komposisi, dan Nutrisi Jagung. Dalam Jagung. Teknik Produksi dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor
DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i2.809
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Frontier Agribisnis
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Email: [email protected]




.png)



