Analisis Keuntungan Usahatani Melati (Jasminum sambac) di Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar

Ika Irana Arbiassari, Usamah Hanafie, Muzdalifah Muzdalifah

Abstract


Tanaman hias semakin berkembang pada saat ini, Kalimantan Selatan salah satu daerah yang mengembangkan tanaman hias, karena memiliki daerah yang tropis sehingga sangat cocok untuk bertanam tanaman hortikultura seperti bunga melati. Khususnya di Kabupaten Banjar banyak terdapat makam-makam dan tempat bersejarah dimana tidak pernah sepi akan pengunjung, sehingga permintaan terhadap bunga melati akan selalu ada bahkan bisa meningkat pada saat peringatan hari-hari besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani melati, menganalisis berapa besar kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan keluarga petani, menganalisis kelayakan usahatani melati, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani menyangkut usahatani melati. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive sampling), yaitu memilih wilayah yang memproduksi tanaman melati. Sebanyak 39 petani responden diambil sebagai sampel, menentukan jumlah sampel yang bisa mewakili masing-masing kelompok menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata sebesar Rp 11.489.666/usahatani atau Rp 90.891.877/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 29.529.739/usahatani atau sebesar Rp 233.602.396/ha, pendapatan rata-rata sebesar Rp 24.302.078/usahatani atau sebesar Rp 192.247.673/ha, keuntungan rata-rata sebesar Rp 18.040.0738/usahatani atau sebesar Rp 142.710.519/ha. Hasil kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan petani responden diperoleh persentase sebesar 76%. Hasil kelayakan usahatani/ RCR memiliki nilai sebesar 2,57 ini berarti dapat dikatakan usaha ini layak untuk diusahakan. Permasalahan yang dihadapi petani responden yaitu produksi melati di Desa Jingah Habang Ilir per usahatani masih sangat kurang dari standar rata-rata produksi bunga melati, belum ada nilai tambah dari pasca panen usahatani melati pasca panen dan bunga melati rentan terkena serangan hama dan penyakit.

 

Kata kunci: bunga melati, Jasminum sambac, analisis keuntungan, kontribusi, usahatani


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistika. 2018. Produksi Tanaman Hortikultura. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2018

Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Karang Intan. 2016. Luas Lahan dan Produktivitas Tanaman Melati di Kecamatan Karang Intan Tahun 2016. Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar. 2016. Keadaan Tanaman Komoditas Melati Kabupaten Banjar, Kabupaten Banjar

Kasim, Syarifuddin. 1997. Petunjuk Praktis Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru

Mardikanto, Totok. 2006. Prosedur Penelitian Untuk Kegiatan Penyuluhan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. UNS Press, Surakarta

Surakhmad, 1980. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar, Metode dan Teknik. Tarsito, Bandung




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i2.811

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis