EKSPLORASI JENIS TANAMAN PEKARANGAN DI DESA HANURA DAN CILIMUS
Abstract
Backyard gardens in rural areas play a crucial role for their owners by providing various ecosystem services such as provisioning, regulation, and cultural enrichment. This research aims to explore the diversity of plants in backyard gardens, focusing on plant types, maintenance practices, origins, challenges in upkeep, propagation methods, and care techniques. The methodology includes observation, interviews, and literature review. The study was conducted in Hanura Village and Cilimus Village. Data collection took place from May to June 2024, involving 30 respondents. The findings revealed that 21 out of 30 backyard gardens featured ornamental plants such as Paper Flower Family, Cacti, and Roses. Root crops are less favored due to their need for ample space. In maintaining backyard plants, husbands often take on the primary caretaking role due to their experience and technical skills. Children contribute with simple tasks like watering and weeding. Backyard plants are most commonly received as gifts from friends, family, and neighbors. Naturally grown plants, inherited ones, wild-collected specimens, government program outputs, or those from private gardens are rarely found. Pests like insects and rodents pose significant challenges in maintaining backyard plants. Generative propagation via seeds is more common in backyard gardens due to the genetic diversity they offer
Pekarangan di daerah perdesaan memiliki peran penting bagi pemiliknya karena menyediakan berbagai layanan ekosistem seperti penyediaan, regulasi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tanaman pekarangan, dengan fokus pada tipe tanaman, pemelihara tanaman pekarangan, asal tanaman pekarangan, kendala dalam merawat, cara pengembangbiakan dan cara perawatan. Metodologi yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di Desa Hanura, dan Desa Cilimus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 dengan 30 responden yang diteliti. Hasil penelitian didapatkan 21 dari 30 pekarangan memiliki tanaman hias seperti Famili Bunga Kertas, Kaktus, dan Mawar. Tanaman umbi-umbian kurang diminati karena membutuhkan ruang yang luas. Dalam perawatan tanaman pekarangan, suami sering menjadi pemelihara utama karena memiliki pengalaman dan kemampuan teknis. Anak-anak berkontribusi dengan tugas sederhana seperti menyiram dan mencabut gulma. Tanaman pekarangan rumah paling sering berasal dari pemberian teman, keluarga dan tetangga. Tanaman yang tumbuh alami, diwariskan, diambil dari alam liar, hasil program pemerintah, atau dari kebun pribadi jarang ditemukan. Hama seperti serangga dan hewan pengerat adalah kendala utama dalam merawat tanaman pekarangan. Pengembangbiakan generatif melalui biji lebih umum di pekarangan karena biji menawarkan keanekaragaman genetik
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Pekarangan di daerah perdesaan memiliki peran penting bagi pemiliknya karena menyediakan berbagai layanan ekosistem seperti penyediaan, regulasi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tanaman pekarangan, dengan fokus pada tipe tanaman, pemelihara tanaman pekarangan, asal tanaman pekarangan, kendala dalam merawat, cara pengembangbiakan dan cara perawatan. Metodologi yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di Desa Hanura, dan Desa Cilimus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 dengan 30 responden yang diteliti. Hasil penelitian didapatkan 21 dari 30 pekarangan memiliki tanaman hias seperti Famili Bunga Kertas, Kaktus, dan Mawar. Tanaman umbi-umbian kurang diminati karena membutuhkan ruang yang luas. Dalam perawatan tanaman pekarangan, suami sering menjadi pemelihara utama karena memiliki pengalaman dan kemampuan teknis. Anak-anak berkontribusi dengan tugas sederhana seperti menyiram dan mencabut gulma. Tanaman pekarangan rumah paling sering berasal dari pemberian teman, keluarga dan tetangga. Tanaman yang tumbuh alami, diwariskan, diambil dari alam liar, hasil program pemerintah, atau dari kebun pribadi jarang ditemukan. Hama seperti serangga dan hewan pengerat adalah kendala utama dalam merawat tanaman pekarangan. Pengembangbiakan generatif melalui biji lebih umum di pekarangan karena biji menawarkan keanekaragaman genetik.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i2.12912
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

