KOMPOSISI JENIS, ASOSIASI DAN POTENSI TUMBUHAN PURUN DANAU (Lepironia articulate Retz.) DI KAMPUNG PURUN KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

Riki Mahendra, Yudi Firmanul Arifin, Kissinger Kissinger

Abstract


Purun danau (Lepironia articulata Retz) is a non-timber forest product that can live in peat swamps with high acidity. Besides being able to be utilized as a biofilter to improve water quality, purun is also used by the people of Purun Village as a basic material for making various products. Based on these benefits, a study was conducted to analyze the plants found and their associations as well as the potential that can be developed and maintained from purun danau. The selection of research locations was based on a purposive method and sampling using association sampling plots and interviews were conducted to obtain supporting data. Data taken in the field included the potential and plants found in the observation plot, pH and peat depth which were finally analyzed using a 2x2 contingency table and tested using the Ochiai Index (IO) calculation. The results showed that purun danau (Lepironia articulata Retz) was associated with 9 other plant species, namely a very high association between purun danau and purun tikus and a low scale between purun danau and cinnamon. The potential of purun danau in 1 ha of land can produce 11 tons of wet weight and only get 4.4 tons of dry weightPurun danau (Lepironia articulata Retz) merupakan hasil hutan non kayu yang mampu hidup pada rawa gambut dengan keasaman tinggi. Selain dapat dimanfaatkan sebagai biofilter untuk meningkatkan kualitas air, purun juga dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Purun sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk. Berdasarkan manfaat tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tumbuhan yang ditemukan dan berasosiasi serta potensi yang dapat dikembangkan juga dipertahankan dari purun danau. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan metode purposive dan pengambilan sampel menggunakan plot sampling asosiasi serta dilakukan wawancara untuk mendapatkan data pendukung. Data yang diambil di lapangan meliputi potensi dan tumbuhan yang ditemukan di plot pengamatan, pH dan kedalaman gambut yang akhirnya dianalisis menggunakan tabel kontingensi 2x2 dan diuji menggunakan perhitungan Indeks Ochiai (IO). Hasil penelitian ditemukan hasil bahwa tumbuhan purun danau (Lepironia articulata Retz) berasosiasi dengan 9 jenis tumbuhan lainnya yaitu asosiasi sangat tinggi ditempati purun danau dengan purun tikus dan skala rendah ditempati purun danau dengan kayu manis. Potensi purun danau dalam 1 ha lahan mampu menghasilkan 11 ton berat basah dan hanya mendapatkan 4,4 ton berat kering.

Keywords


Purun; Hasil Hutan Bukan Kayu; Rawa Gambut; Kampung Purun

Full Text:

PDF

References


Agus, F., K. Hiriah, dan A. Mulyani. 2011. Pengukuran Cadangan Karbon. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Azizah, M.N., & Fong, Y.L. 2016. A Review on the Phytochemistry and Pharmacology of Melastoma malabathricum Linn. (Melastomataceae). The Malaysian Journal of Analytical Sciences, 20 (4), 735-748.

Djufri. 2002. Penentuan Pola Distribusi, Asosiasi, dan Interaksi Spesies Tumbuhan Khususnya Padang Rumput di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Biodiversitas. 3(1): 181-188.

Indrayati, Linda. 2011. Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Berpotensi Perbaiki Kualitas Air di Rawa Pasang Surut. Badan Litbang Pertanian. No.3400 Tahun XLI.

Irawan, C., Ardiansyah, A., Hanan, N. 2014. Potensi Serat Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Dalam Proses Adsorpsi Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg), Tss dan Cod Pada Limbah Cair Pertambangan Emas. Jurrnal Konversi, vol 3(1).

Kardiannor., Naemah, D., Rachmawati, N. 2022. Analisis Vegetasi Tumbuhan Bawah di Hutan Rawa Gambut Kabupaten Banjar. Jurnal Sylva Scienteae, vol 5(4) hal 2622-8963.

Kostermans, A.J.G.H., S. Wirjahardja, and R. J. Dekker. 1987. "The weeds: description, ecology and control": 260-1, inM. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Kurniawan, A., Undaharta, N. K. E., & Pendit, I. M. R. 2008. Asosiasi jenis-jenis pohon dominan di hutan dataran rendah Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara. Jurnal Biodiversitas, 9(3), 199-203.

Najiyati, Sri. 2005. Seri Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut : Mengenal Perilaku Lahan Gambut. The Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia (CCFPI).

Noor, M. 2005. Lahan rawa, sifat dan pengelolaan tanah bermasalah sulfat masam. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Soerjani, M. A. J. G. H. Kostermans dan Tjitosupomo. 1987. Weed Of Rice In Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

Syarifuddin, N. A. 2008. Evaluasi Nilai Gizi Pakan Alami ternak Kerbau Rawa di Kalimantan Selatan. (Skripsi). Fakultas Pertanian Unlam. Banjarbaru.

Ulfah, Annida. 2019. Pengaruh Krisis Air Bersih Terhadap Kualitas Air Di Indonesia oleh Rizki Sandi Laksono.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i3.15927

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.