Persepsi Masyarakat dan Daya Tarik Ekowisata Hutan Mangrove: Studi Kasus di Desa Sungai Bakau, Kalimantan Selatan
Abstract
Mangrove ecosystems play a vital role in coastal environmental protection and offer economic potential through community-based ecotourism. Sungai Bakau Village in South Kalimantan is a coastal area with natural mangrove forests and untapped tourism potential. This study employed a mixed-methods approach, combining quantitative data from questionnaires distributed to 74 local respondents with qualitative data from in-depth interviews involving community leaders and ecotourism stakeholders. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were processed through data reduction and source triangulation. The findings reveal that community perception of mangrove ecological functions is very high (score of 336/370 or 90.8%), with 93% of respondents acknowledging their role in coastal protection, carbon sequestration, and biodiversity support. Awareness of ecotourism benefits also reached a high level (score of 303/370 or 81.9%), indicating recognition of economic opportunities through boat tours, culinary businesses, and environmental education. Perception of tourism attraction scored 326/370 (88.1%), highlighting landscape beauty, biodiversity, and natural tranquility. Community perception and awareness of mangrove ecosystems and ecotourism are generally strong. However, active participation in tourism management remains limited. Capacity-building, institutional support, and multi-stakeholder collaboration are needed to develop sustainable, community-driven mangrove ecotourism in Sungai Bakau.
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan pesisir sekaligus menyimpan potensi ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Desa Sungai Bakau di Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki kawasan mangrove alami dan potensi daya tarik wisata yang belum tergarap optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden masyarakat lokal dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat serta pengelola wisata. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan metode reduksi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove tergolong sangat baik (skor 336/370 atau 90,8%), dengan 93% responden memahami manfaat mangrove dalam melindungi pantai, menyerap karbon, dan menjadi habitat biota. Kesadaran terhadap manfaat ekowisata juga tinggi (skor 303/370 atau 81,9%), mencerminkan pemahaman akan peluang ekonomi melalui wisata perahu, kuliner, dan edukasi. Persepsi terhadap daya tarik wisata mendapatkan skor 326 (88,1%), dengan fokus pada keindahan lanskap, keanekaragaman hayati, dan ketenangan alam. Persepsi dan kesadaran masyarakat terhadap ekosistem mangrove dan potensi ekowisata tergolong baik. Namun, partisipasi aktif dalam pengelolaan wisata masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan, dukungan kelembagaan, dan strategi kolaboratif lintas sektor untuk mewujudkan ekowisata mangrove yang berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i5.16119
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

