PENGARUH HORMON IBA (Indole Butyric Acid) DAN BAP (Benzyl Amino Purine) TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS PADA EKSPLAN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) SECARA IN VITRO

Muhammad Iqbal Aprianto, Adistina Fitriani, Damaris Payung, Yulianto Syahid, Sigit Kristiyanto

Abstract


Cinnamon is a plant that is worth selling and its existence is quite rare so that propagation is needed in a short time and the amount produced, this can be overcome in vitro regarding the explant.The research of this study was to determine the effect of adding BAP (Benzyl Amino Purine), and IBA (indole butyric acid) on callus growth on cinnamon leaves (Cinnamomum burmanii) in vitro, and to determine the right concentration for the addition of BAP (Benzyl Amino Purine), and IBA (Indole Butyric Acid) ) on callus growth on cinnamon leaves (Cinnamomum burmanii) in vitro. The tools and materials used must be sterilized first before use, next is the manufacture of stock solution, after the stock solution is made, the next is the manufacture of media, the last stage is the extraction of explants and strelization of explants before planting. Callus growth occurs on average days 27 and above which indicates that the growth of cinnamon explants is included in slow growth. Growth response in cinnamon plant explants rapid growth was formed in treatment with the administration of growth regulators BAP 2 and IBA 2.5 with an average of 27 days while for the slowest growth was formed in media with no use of ZPT and, BAP1 and IBA 1.5 where the explants did not respond and experienced browning

Kayu manis merupakan tanaman yang bernilai jual dan keberadaannya sudah cukup langka sehingga diperlukan perbanyakan dalam waktu yang singkat dan jumlah yang dihasilkan, hal ini dapat diatasi dengan in vitro mengenai eksplan.Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan BAP (Benzyl Amino Purine), dan IBA (indole butyric acid) tehadap pertumbuhan kalus pada daun kayu manis (Cinnamomum burmanii) secara in vitro, dan untuk mengetahui konsentrasi yang tepat untuk penambahan BAP (Benzyl Amino Purine), dan IBA (Indole Butyric Acid) tehadap pertumbuhan kalus pada daun kayu manis (Cinnamomum burmanii) secara in vitro. Alat dan bahan yang digunakan harus dilakukan tahap sterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan, selanjutnya adalah pembuatan larutan stok, setelah larutan stok dibuat maka selanjutnya adalah pembuatan media, tahap terakhir adalah pengambilan eksplan dan strelisasi eksplan sebelum ditanam. Pertumbuhan kalus terjadi pada rata-rata hari ke- 27 keatas yang menandakan bahwa pertumbuhan pada eksplan kayu manis termasuk kedalam pertumbuhan yang lambat. Respon pertumbuhan pada eksplan tanaman kayu manis pertumbuhan yang cepat terbentuk pada perlakuan dengan pemberian zat pengatur tumbuh BAP 2 dan IBA 2,5 dengan rata-rata hari 27 sedangkan untuk pertumbuhan yang paling lambat dibentuk pada media dengan yang tidak menggunakan ZPT dan, BAP1 dan IBA 1,5 dimana eksplan tidak merespon dan mengalami pencoklatan


Keywords


IBA; BAP; Eksplan; Kayu Manis

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i4.16665

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.