ANALISIS USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU KELULUT DI DESA JATUH KECAMATAN PANDAWAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Abstract
ABSTRACT. Honey is one of the Non-Timber Forest Products (NTFPs) that has high economic value. One type of honey that currently has good market prospects is kelulut honey from trigona bees. Kelulut honey is widely used by the community as herbal medicine and food supplements. Cultivation of kelulut honey has been carried out in the fall village in Pandawan District, Hulu Sungai Tengah Regency since 2012 by the kalulut youth farmer group headed by Mr. Fauzi Rahman. The purpose of this study was to analyze the cost of kelulut honey bee cultivation business, analyze the income of kelulut honey bee cultivation business and analyze the feasibility of kelulut honey bee cultivation business. The object of this research is members of the kalulut youth farmer group and the fall village community RT 02 RW 03 who cultivate kelulut honey bees. The total costs incurred for the kelulut honey business amounted to Rp111,167,920 per year, consisting of fixed costs of Rp89,603,920 and variable costs of Rp21,564,000, total revenue earned of Rp180,000,000 and profits of Rp68,832,080 per year, and business feasibility of 1.6 which means that the kelulut honey bee cultivation business is feasible to develop..
Keywords. Kelulut Honey Bee; Production Cost, Revenue, Profit.
ABSTRAK. Madu merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. saat ini salah satu jenis madu yang memiliki prospek pasar yang bagus adalah jenis madu kelulut yang berasal dari lebah trigona. Madu kelulut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal dan suplemen makanan. Budi daya madu kelulut telah dilakukan di Desa jatuh yang berada di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sejak tahun 2012 oleh kelompok taruna tani remaja kalulut yang diketuai bapak Fauzi Rahman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya usaha budidaya lebah madu kelulut, menganalisis pendapatan usaha budidaya lebah madu kelulut dan menganalisa kelayakan usaha budidaya lebah madu kelulut. Objek penelitian ini adalah anggota kelompok taruna tani remaja kalulut dan masyarakat Desa jatuh RT 02 RW 03 yang membudidayakan lebah madu kelulut. Total biaya usaha madu kelulut yaitu Rp111.167.920 pertahun dimana terdiri dari biaya tetap (Rp89.603.920) dan biaya variabel (Rp21.564.000), total penerimaan yang diperoleh yaitu Rp180.000.000 dan keuntungan sebesar Rp68.832.080 pertahun, serta kelayakan usaha sebesar 1,6 yang memiliki arti usaha budidaya lebah madu kelulut layak untuk dikembangkan.
Kata Kunci. Lebah Madu Kelulut; Biaya Produksi, Penerimaan, Keuntungan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adalina, Y. (2008). Analisis Finansial Usaha Lebah Madu Apis mellifera L. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 217-237.
Budiman, I & Mulyadi 2019. Peningkatan Kualitas Mutu Madu Kelulut (Trigona Sp) Menggunakan Mesin Venturi dan Dehumidifier Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Madurejo, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 61-66). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat.
Indasari Y. 2020. Analisis Metode Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Perhitungan Break Even Point Pada PT Bumi Sarana Beton. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Mahmud, 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Ramadhan, I. H., Abidin, Z., Fauzi, H., Satriadi, T., & Itta, D. 2021. Kelayakan Dan Kontribusi Usaha Lebah Madu Kelulut Di Desa Telaga Langsat Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Hutan Tropis, 397-404.
Riendrasari, S. D., Yumantoko, & Kurniawan, E. 2014. Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Madu Trigona spp di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram: Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu.
Soekartawi. 2002. Teori Ekonomi Produksi. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Suriadi, Daniel Itta & Magdalena Yoesran 2015. Analisis Biaya dan Pendapatan Serta Waktu Pengambilan Modal Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu Berupa Tanaman Hias. Jurnal Hutan Tropis 3(3):2337-7771.
Syafrizal, Kusuma, I. W., Saud, O. R., Wiandany, R., Yahya, M. F., & Harmonis. (2021). Conservation of kelulut (stingless bee) in East and North Kalimantan, Indonesia. The 7th Symposium of JAPAN-ASEAN Science Technology Innovation Platform (JASTIP) (hal. 1-6). IOP Publishing.
Warisno. (2011). Budidaya Lebah Madu. Yogyakarta: Kanisius.
Widiarti dan Kuntadi. 2012. Budidaya Lebah Madu Apis Mellifera L. Oleh Masyarakat Pedesaan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9 (4): 351—361.
Winahyu, N., Amirudin, F., & Azizah, I. N. 2021. Analisis Pemasaran Lebah Madu Klanceng (Trigona sp.) di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Agribest, 25-33.
Yumantoko, & Riendrasari, S. D. (2015). Kajian Pengusahaan Lebah Trigona Sp Di Lombok Utara. Seminar Nasional Sewindu Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (hal. 530-538). Mataram: BPPTHHBK.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i5.17165
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

