KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM UPAYA MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI DESA LIYU KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Abstract
Abstract. The Liyu Village community has local wisdom that has been passed down from generation to generation in managing forests, which not only preserves nature but also supports efforts to mitigate climate change. Climate change refers to changes in the physical conditions of the earth's atmosphere, such as increased temperature and uneven rainfall patterns, which have a significant impact on various aspects of human life. These changes are long-term and do not occur suddenly. Climate change can also be interpreted as a shift in the average of one or more weather elements in a particular area. In this case, local wisdom plays an important role as a form of understanding and practice of society that is passed down from generation to generation, which reflects the values of wisdom and goodness, and is used as a way to deal with the impacts of climate change. This study aims to identify local wisdom in efforts to mitigate climate change. This study uses a qualitative ethnographic research method. Data collection was carried out through interviews and field observations, informants in this study have been identified using the purposive sampling method. The data obtained in the field were then processed through inductive qualitative analysis so that they can describe a comprehensive understanding of the conditions in the community according to the facts in the field. Based on the results of the research conducted, the local wisdom of the Liyu Village community which plays a role in climate change mitigation efforts is still applied, such as shifting cultivation, the belief that the forest is their home, management of water sources and taking forest products in moderation.
Keywords: Local Wisdom, Mitigation, Climate Change, Liyu Village.
Abstrak. Masyarakat Desa Liyu memiliki kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun dalam mengelola hutan, yang tidak hanya menjaga kelestarian alam tetapi juga mendukung dalam upaya mitigasi perubahan ilkim. Perubahan iklim merujuk pada terjadinya perubahan kondisi fisik atmosfer bumi, seperti peningkatan suhu dan pola curah hujan yang tidak merata, yang memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan ini bersifat jangka panjang dan tidak berlangsung secara tiba-tiba. Perubahan iklim juga dapat diartikan sebagai pergeseran rata-rata satu atau beberapa unsur cuaca di suatu wilayah tertentu. Dalam hal ini, kearifan lokal memainkan peran penting sebagai bentuk pemahaman dan praktik masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, yang mencerminkan nilai-nilai kebijaksanaan dan kebaikan, serta digunakan sebagai cara menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan, informan pada penelitian ini telah diidentifikasi dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh di lapangan kemudian diolah melalui analisis kualitatif induktif sehingga dapat menggambarkan pemahaman yang menyeluruh tentang keadaan dimasyarakat sesuai dengan fakta dilapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kearifan lokal masyarakat Desa Liyu yang berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim masih diterapkan seperti perladangan yang berpindah-pindah, kepercayaan hutan adalah rumah bagi mereka, pengelolaan sumber mata air dan mengambil hasil hutan dengan secukupnya.
Kata Kunci: Kearifan Lokal, Mitigasi, Perubahan Iklim, Desa Liyu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dewi, I. K., & Istiadi, Y. 2016. Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Tradisional Dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Kampung Naga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya (Disaster Mitigation on Traditional Community Against Climate Change in Kampong Naga Subdistrict Salawu Tasikmalaya). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 129-135.
Fahmi, H., Asysyifa, & Rezekiah, A. A., 2024. Kearifan Lokal di Desa Paramasan Bawah Terhadap Upaya Pelestarian Hutan. [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Universitas Lambung Mangkurat.
Hariyadi, H. 2016. Kebijakan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan Menyongsong RPJMN 2015-2019 di Provinsi Papua dan Provinsi Aceh. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 6(2).
Linge, S. M., & Yulianti, F. 2024. Kearifan Lokal Masyarakat Gayo Dalam Upaya Mitigasi Bencana Alam (Studi Kasus di Kampung Isaq Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah). Jurnal Pendidikan Geosfer, 9(2.1), 430-443.
Lyver, P. O. B., Jones, C. J., & Doherty, J. 2009. Flavor or Forethought: Tuhoe Traditional Management Strategies For The Conservation of Kereru (Hemiphaga novaeseelandiae novaeseelandiae) in New Zealand. Ecology and Society Journal, 14(1).
Moleong. Lexy, J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslim, C. 2016. Mitigasi Perubahan Iklim dalam Mempertahankan Produktivitas Tanah Padi Sawah (Studi kasus di Kabupaten Indramayu). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(3).
Sumarmi, S. 2015. Local Wisdom of Osing People in Conserving Water Resources. Jurnal Komunitas, 7(1), 43-51.
Suparmini, S., Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. 2014. Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Baduy. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(1).
Susilawati, A., & Nursyamsi, D. 2014. Sistem Surjan: Kearifan Lokal Petani Lahan Pasang Surut dalam Mengantisipasi Perubahan Iklim. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(1), 31-42.
Zukmadini, A. Y., & Rohman, F. 2023. Edukasi Mitigasi Dan Adaptasi Perubahan Iklim Menggunakan Film Dokumenter. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6 (1), 191.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i5.17166
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

