ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK DUSUN WITU MA’AI DESA KALAHIEN KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN
Abstract
Etnobotani merupakan suatu ilmu yang mempelajari interaksi antara masyarakat dengan lingkungannya, ilmu tersebut memiliki fokus pada tumbuhan yang ada di sekitar. Tumbuhan berkhasiat obat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional dalam menyembuhkan penyakit tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) menganalisis jenis dan bagian tumbuhan obat yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional; (2) menganalisis pengolahan tumbuhan obat berdasarkan penyakit yang telah diidentifikasi sebagai obat tradisional; dan (3) menganalisis manfaat dari tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dengan melakukan wawancara mendalam dengan responden (batra) agar dapat mengetahui jenis pada tumbuhan obat yang terdapat pada masyarakat adat Dayak Dusun Witu Ma’ai Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil penelitian dijumpai 5 responden (batra) dengan tumbuhan obat sebanyak 24 jenis dan 3 sediaan herba. Habitus tumbuhan yang paling banyak ditemui yaitu pohon yang berjumlah 12 spesies (44%). Bagian yang banyak dimanfaatkan adalah akar dan daun dengan jumlah 7 (22%). Direbus merupakan cara dalam mengolah yang sering dijumpai yaitu dengan jumlah 15 (47%). Diminum merupakan cara pemanfaatan yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 26 (18%).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Darmadi AAK. 2017. Etnobotani Ragam Etnobotani di Bali. Udayana University Press.
Efremila, Wardenaar E & Sisillia L. 2015. Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Etnis Suku Dayak Di Desa Kayu Tanam Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari 3(2):234-246.
Humaedi MA. 2016. Etnografi Bencana: Menakar Peran Para Pimpinan Lokal Dalam Pengurangan Resiko Bencana. Yogyakarta: PT LKIS Prnting Cemerlang.
Imaniar N, Nurafni S, Pitaloka DA, & Salman I. 2022. Sarang Semut (Myrmrcodia pendans) Sebagai Bahan Baku Teh Herbal Antikanker. Jurnal Farmamedika 07(2):143-149.
Maritha V, & Handoko E. 2019. Aktivitasi Sitotoksik Ekstrak Daun Sirsak (Annona mucirata L.) Terhadap Sel Kanker Servik. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis 05(1):20-26.
Maulana A, Suryanto P, Widiyatno, Faridah E & Suwignyo B. 2019. Dinamika Suksesi Vegetasi Pada Areal Pasca Perladangan Berpindah Di Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Kehutanan 13:181-194.
Melaponty DP, Fahrizal, & Manurung TF. 2019. Keanekaragaman Jenis Vegetasi Tegakan Hutan Pada Kawasan Hutan Kota Bukit Senja Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang. Jurnal Hutan Lestari 07(2):893-904.
Reynaldi, Rahmadi A, & Arryati H. 2019. Etnobotani Tanaman Obat Oleh Masyarakat Dayak Bakumpai Di Desa Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Sylvia Scienteae 02(6):1044-1052.
Saefuddin & Maryadi S. 2018. Tradisi Pengobatan Batimung Dalam Masyarakat Banjar dan Dayak Meratus di Kalimantan Selatan. Jurnal Naditira Widya 12(2):147-158.
Saidi IA, Azara R, Ramadahani S & Yanti E. 2022. Nutrisi dan Komponen Bioaktif pada Sayuran Daun. Umsida Press.
Savira A, Sulisfiani A, Aprianda D, Hudi I, Mahda MY, Listi OC & Maharani RW. 2024. Padangan Terhadap Keragaman Budaya Indonesia di Negara Lain. Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1(6):380-385.
Syamsiah, Hiola SF, Jumadi O & Mu'nisa A. 2016. Tumbuhan Obat Tradisional Etnis Lokal Sulawesi Barat. Alauddin University Press.
DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v9i4.20706
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

