POTENSI TEGAKAN PADA HUTAN ALAM SEKUNDER DI WILAYAH PERTAMBANGAN PT BORNEO INDOBARA KABUPATEN TANAH BUMBU

Meiliana Shafarida, Suyanto Suyanto, Mufidah Mufidah

Abstract


Hutan alam sekunder memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan dan layanan ekosistem. Namun, dampak aktivitas pertambangan yang intensif PT Borneo Indobara di daerah ini dapat mengancam kelestarian hutan dan ekosistemnya termasuk di dalamnya adalah keberagaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tegakan pada hutan alam sekunder di wilayah pertambangan PT Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan yang melibatkan pengamatan langsung terhadap keadaan hutan alam sekunder di wilayah pertambangan. Data tentang berbagai jenis vegetasi yang ditemukan dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi potensi tegakan pada hutan alam sekunder tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi permudaan pada tingkat semai yaitu 12.778 batang/ha, tingkat pancang dengan 3.978 batang/ha, tingkat tiang sebesar 328 batang/ha, dan pohon dengan potensi 161 batang/ha yang bervolume sebesar 15,97 m3/ha. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, meskipun terdapat aktivitas pertambangan di wilayah PT Borneo Indobara, hutan alam sekunder di daerah tersebut masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang signifikan. Namun demikian, penelitian ini juga mengungkapkan adanya ancaman terhadap keberagaman hayati di wilayah tersebut. Aktivitas pertambangan yang tidak terkendali dan tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, hilangnya habitat, dan penurunan populasi spesies tertentu .Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan perlindungan lingkungan yang lebih efektif dan pengelolaan hutan alam yang berkelanjutan dalam konteks pertambangan.


Keywords


Stand Potential; Secondary forest, Coal mining

Full Text:

PDF

References


Abdiyani S. 2008. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Berkhasiat Obat di Dataran Tinggi Dieng. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 1(5):79-92.

Almarief, A.Z. 2018. Analisis Potensi Tegakan Hasil Inventarisasi Hutan KPHP Nunukan Unit IV Di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal AGRIFOR, 17 (1):20-28.

Muzaki, M.M., S.N, Mallombasang, dan Suatri. 2017. Komposisi Jenis Vegetasi Hutan Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Warta Rimba. 5 (1):43-48.

Nicholson, D.I. 1938. An Analysis of Logging Damage in Tropical Rain Forest, North Borneo. Malayan Forester 21.

Pratiwi dan R. Garsetiasih. 2007. Sifat fisik dan Kimia Tanah Tanah serta Komposisi Vegetasi Di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Purwaningsih. 2004. Review: Sebaran Ekologi Jenis-jenis Dipterocarpaceae di Indonesia. Jurnal Biodiversitas 5 (2).

Putra, A. T. 2015. Analisa potensi tegakan hasil inventarisasi hutan di KPHP Model Berau Barat. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 14 (2), 147-160.

Suyanto, S., Nugroho, Rudy G.S.,, Supandi dan J.H.E. Saputra, 2020. Keanekaragaman Flora di Areal PT. Borneo Indobara. Kerjasama antara PT. Borneo Indobara dengan LPPM ULM.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i4.9512

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.