PERTUMBUHAN TANAMAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN WILAYAH IPPKH PT. ADARO INDONESIA DESA KIRAM KALIMANTAN SELATAN

Akhmad Mujahid Ramadani, Suyanto Suyanto, Udiansyah Udiansyah

Abstract


Pelaksanaan rehabilitasi Hutan dan Lahan juga harus melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan rehabilitasi seperti penanaman, pemeliharaan dan menjaga konservasi agar tetap terjaga kelestariannya karena pada umumnya perusakan hutan dan lahan tersebut dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Keberhasilan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dapat dilihat berdasarkan produktivitas lahan tersebut, maka dari itu diperlukan informasi tentang pertumbuhan tanaman selama massa pemeliharaan, tanpa informasi tersebut tindakan pemeliharaan tidak akan tepat sasaran. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis pertumbuhan tiap jenis tanaman serta menganalisis perbandingan pertumbuhan tanaman antar jenis. Penentuan plot ukur lingkaran dilakukan dengan purposive sampling dimana plot selanjutnya akan ditentukan dengan sistem sistemanis berjarak 70 meter dari plot sebelumnya. Hasil dari penelitian yaitu setiap jenis tanaman memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda dimana tanaman yang memiliki pertumbuhan diameter terbesar adalah Mahoni dan Angsana dengan riap rata-rata diameter pertahun yaitu 0,48 cm/tahun, sedangkan tanaman yang memiliki pertumbuhan diameter terkecil adalah Kayu Putih dengan riap rata-rata diameter pertahun yaitu 0,07 cm/tahun dan tanaman yang memiliki pertumbuhan tinggi terbesar adalah Mahoni dengan riap rata-rata tinggi pertahun yaitu 0,46 m/tahun, sedangkan tanaman yang memiliki pertumbuhan tinggi terkecil adalah Beringin dan Kayu Putih dengan riap rata-rata tinggi pertahun yaitu 0,17 m/tahun, serta Uji T yang dilakukan membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap riap tinggi pada setiap jenis tanaman rehabilitasi yang terdapat di PT. Adaro Indonesia tetapi tidak ada perbedaan yang nyata terhadap riap diameter pada setiap jenis tanaman rehabilitasi.

Full Text:

PDF

References


Arief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisius. Yogyakarta.

Badan Peneliti Pengembangan dan Inovasi Kehutanan. 2015. Strategi pemilihan jenis untuk RHL (Rehabilitasi Hutan dan Lahan). www.litbang.dephut.go.id

Direktur Jenderal Reboisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. 1998. Keputusan Direktur Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan (Ditjen RRL) Nomor 041/Kpts/V/1998 tentang pedoman penyusunan rencana teknik lapangan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah daerah aliran sungai. Direktur Jenderal Reboisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan RI, Jakarta.

Kementerian Kehutanan. 2009. Peraturan Menteri Nomor P.32/Menhut-II/2009 tentang tata cara penyusunan rencana teknik rehabilitasi hutan dan lahan daeah aliran sungai. Kementerian Kehutanan RI, Jakarta.

Kementrian Kehutanan. 2009. Peraturan Menteri No SK. 435/Menhut-II/2009 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Hutan di Luar Kawasan Hutan. Kementerian Kehutanan RI, Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2014. Statitistik kementerian lingkungan hidup dan kehutanan tahun 2014. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.50/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2016 tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jakarta.

Nugroho, Y. 2007. Analisis kesesuaian lahan areal bekas tambang batubara PT. Baramarta Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Nursyamsi dan Suhartati. 2013. Pertumbuhan tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King) dan suren (Toona sinensis) di wilayah DAS datara Kabupaten Gowa. Info Teknisi Eboni, 10 (1): 48–57. https://doi.org/10.20886/buleboni.5004

Peraturan Pemerintah. 2008. Peraturan Pemerintah nomor 76 tahun 2008 tentang rehabilitasi dan reklamasi hutan. Pemerintah RI, Jakarta.

Ruby, K. 2008. Kesesuaian tempat tumbuh beberapa jenis tanaman hutan pada lahan bergambut terbuka di kebun percobaan Lubuk Sakat, Riau. Jurnal Info Hutan, 5 (2): 135–140.

Sismanto. 2009. Analisa lahan kritis sub DAS Riam Kanan, DAS Barito Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Aplikasi: Media Informasi & Komunikasi Aplikasi Teknik Sipil Terkini, 6 (1): 1–11. http://dx.doi.org/10.12962/j12345678.v6i1.2749

Undang – Undang Kehutanan. 1999. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Undang-Undang RI, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v8i2.9522

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License

Jurnal Sylva Scienteae is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.