HUBUNGAN PERSEPSI ORANGTUA TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN NIKAH DINI DI KECAMATAN KERTAK HANYAR

Rafidah Rafidah(1*),Erni Yuliastuti(2)
(1) Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan
(2) Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/jpkmi.v2i1.2705

Abstract

Abstrak

 

Mengidentifikasi persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini, mengidentifikasi nikah dini dan menganalisis hubungan persepsi orang tua tentang pernikahan usia dini dengan nikah dini di Kecamatan Kertak Hanyar Tahun 2014.Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk mengetahui hubungan persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini dengan pernikahan usia dini sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan untuk menggali lebih dalam informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian ini. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) pada responden yang melaksanakan pernikahan usia dini, orangtua responden dan tokoh masyarakat. Populasi adalah seluruh wanita usia subur yang sudah menikah di Kecamatan Kertak Hanyar Tahun 2013 berjumlah 229 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 102 orang. Teknik Sampling Sampling menggunakan Sistematic Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat, analisis  bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square.Responden sebagian besar menikah pada usia dini berjumlah 55 orang (53,9%).Persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini sebagian besar kurang  72 orang (70,6%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,024 dan OR sebesar 2,7.Responden sebagian besar menikah usia dini berjumlah 55 orang (53,9%) .Persepsi orangtua sebagian besar kurang berjumlah 72 orang (70,6%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,024 dan OR sebesar 2,7.

 

Kata-kata Kunci : Pernikahan Usia Dini, persepsi

 

Abstract

 

Identification parent perception about married in the young age and analysis parent perception relationship with early marriage in the kertak hanyar district in years 2014.In this research is a type of observational with design cross sectional study. This research uses two approaches quantitative and qualitative approaches. Quantitative approaches to determine the relationship of parent perception of early marriage with early marriage, at the same time qualitative to find out more in the information needed to support this research. Qualitative approach with in-deepth interviews. At respondents who implement early marriage, respondents parents and public figure. The population is all of women childbearing age who had been married in the kertak hanyar district in 2013 amount 229 people using sistemic sampling as Techiques Sampling snd the analysis using univariate analysis, bivariate analysis perfomed with Chisquare test. Most of the respondent married in young age is amount 55 people (53,9%) parent perception amount 72 people (70,6%) and the ia significantcorelatoin between a parent perception and married in the young age P = 0,024 & OR is amount 2,7.Most of the respondent married in young age is amount 55 people (53,9%) parent perception amount 72 people (70,6%) and the ia significantcorelatoin between a parent perception and married in the young age P = 0,024 & OR is amount 2,7.

 

Key word : married in young age,perception

 

References


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) (2010), Laporan Perkembangan Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia. Jakarta.

UNICEF (2000) Early Marriage, Factsheet, The United Nations Children’s Fund (UNICEF).

3. The National Campaign to Prevent Teen Pregnancy (2004). The relationship between Teenage Motherhood and Marriage. Putting What Works to works Project: http://www.teenpregnancy.org

Rahman M.M., &Kabir M., (2005) Do Adolescents Support Early Marriage in Bangladesh? Evidance from study. JNMA J Nepal Med Assoc.

Chariroh, 2004, Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Perkawinan dan Perceraian Suami Isteri Usia Muda di Pasuruan. Universitas Muhammadiyah Malang.

Nurwati N., (2003) Review : Hasil Studi Tentang Perkawinan dan Perceraian pada Masyarakat Jawa Barat. Jurnal Kependudukan Padjadjaran, Vol.5,No.2, pp. 59-67 Bandung.

Rafidah, Ova E, Budi W, 2008, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia dini di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol.25 No.02 ISSN 0215-1936 Fak.Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Wilopo, S.A (2005), Kita Selamatkan Remaja dari Aborsi dalam Rangka Pemantapan Keluarga Berkualitas 2015. Naskah dipresentasikan dalam seminar RAKERNAS BKKBN. Medan, 11 Februari 2005.

UNICEF (2001) Early Marriage, Child Spouses, UNICEF Innocenti Research Center Florence, Italy: Innocenti Digest no.7, March 2001.

Shawky S., &Milaat W., (2000) Early Teenage Marriage and Subsequent Pregnancy Outcome, East Mediterr Health J.

11.Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin; 2011

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2013.

Lemeshow, S. Hosmer, Jr.D.W., Klar, J., (1997) Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan, Penerj. Promono,D., Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Article Statistic

Abstract view : 446 times
PDF views : 514 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 1 February 2017
Published : 1 April 2015

The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Full Text: PDF

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.