HUBUNGAN ANTARA USIA IBU PADA SAAT HAMIL DAN STATUS ANEMIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Studi Observasional di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura

Yana Yana(1*),Musafaah Musafaah(2),Fahrini Yulidasari(3)
(1) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Bagian Biostatistika Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Bagian Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/jpkmi.v3i1.2734

Abstract

Abstrak

Perhatian terhadap janin yang mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kematian perinatal neonatal karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Masalah BBLR (<2500 gr) sampai saat ini merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal yaitu sebanyak 43%. Penelitian ini merupakan penelitian observastional analytic dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control), tujuan peneliti untuk melihat hubungan usia ibu pada saat hamil dan status anemia dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Martapura. Besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus uji hipotesis 2 proporsi dengan jumlah 22 kasus (BBLR) dan 22 kontrol (tidak BBLR) atau dengan rasio 1:1. Sedangkan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu pada saat hamil dengan kejadian BBLR (pvalue = 0,719). Sedangkan status anemia pada saat hamil menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p-value = 0,006, OR = 7,286). Faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah status anemia dengan p-value sebesar 0,006 dan OR = 7,286. Bagi Ibu hamil diharapkan dapat mengkonsumsi suplemen zat besi minimal 90 tablet secara teratur selama masa kehamilan.

Kata-kata kunci : BBLR, usia ibu pada saat hamil, status anemia.

 

Abstract

Attention to the fetus with the growth disorder in the womb greatly increased. This is due to the high rate of neonatal perinatal mortality because there are many babies born with low birth weight (LBW). Problem LBW (<2500 g) until now is the main cause of perinatal morbidity and mortality as much as 43%. This research is observational analytic study with case-control study design, the purpose of this research is to find the correlation between the age of the mother during pregnancy and anemia status with low birth weight (LBW). The total of sample in this research was determined by using the formula of hypothesis test 2 proportion with 22 cases (LBW) and 22 controls (not LBW) or the ratio of 1: 1. Where as for the sample in this study, research used purposive sampling technique. The analysis is the analysis of univariate and bivariate with Chi Square test 95%. The results showed that there was no correlation between the age of the mother during pregnancy with LBW (p-value = 0,719). While the status of anemia during pregnancy showed a significant correlation with LBW (p-value = 0,006, OR = 7,286). Factors correlated with LBW is anemia status. For pregnant women are expected to take iron supplements at least 90 tablets regularly during pregnancy.

Keywords: low birth weight, mother's age during pregnancy, anemia status.

References


Bastian E, dkk. Hubungan anemia dan status gizi pada kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab. Pangkep. 2012; 1(5): 2302 – 1721.

Institute of Medicine. Weight gain during pregnancy: reexamining the guidelines. Washington DC: The National Academy Press; 2009.

Departemen Kesehatan RI. Profit kesehatan Indonesia tahun 2011 Jakarta. Pusat Data dan Informasi Depkes RI, 2012.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Survei demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2012.

Departemen Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas), laporan nasional 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2007.

Departemen Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas), laporan nasional 2010. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2010.

Departemen Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas), laporan nasional 2013. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kalimantan Selatan, 2013. Kalimantan Selatan, 2013.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Profil kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2013. Kalimantan Selatan, 2013.

Prawirohardjo,S. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2005.

Atikah P, Siti M. Nutrisi Janin dan ibu hamil. Yogyakarta: Nuha Medika, 2010: 88-148.

Manuaba. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB. Jakarta: EGC, 2012.

Arisman MB. Gizi dalam daur kehidupan, Edisi II, Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2010.

Depkes RI. Penyakit penyebab kematian bayi baru lahir (neonatal) dan sistem pelayanan kesehatan yang berkaitan di Indonesia. Jakarta: Depkes RI, 2002.

Labir IL, dkk. Anemia ibu hamil trimester I dan II meningkatkan risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Wangaya Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive 2013; 1(1): 28-34.

Tjipta GD. 2007. Ragam pediatrik praktis. Medan: Universitas Sumatera Utara.

UPT Puskesmas Martapura. Data ibu hamil dengan Hb <11 gr/dl. 2014.

Musafaah, Rahman F, Marlinae L, dkk. Buku ajar metodologi penelitian. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat, 2014.

Pantiawati I. Bayi dengan berat badan lahir rendah. Yogyakarta: Mulia Medika; 2010: 6-41.

Trihardiani I. Faktor risiko kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Singakawang Timur dan Utara Kota Singkawang. Artikel penelitian. Semarang. Universitas Diponegoro, 2011.

Suryati. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas 2014; 8(2): 71-77.

Primadona. Hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Bersalin Amanda Lembang Bandung. Program Sarjana Keperawatan, 2013.

Wortington R, Williams SR. Nutrition Throughout The Life Cycle. Fourth Edition. North America. MC Graw-Hill International Editions. 2000.

Fatimah S. Dampak berat badan lahir terhadap status gizi bayi, 2009.

Erna Francin P, Yuyum Rumdasih, Heryati. Gizi dan kesehatan reproduksi. Jakarta: EGC; 2005: 51-57.

Depkes RI. Gizi Seimbang Menuju Hidup Sehat Bagi Bayi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui (Pedoman Petugas Puskesmas). Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat Depkes RI; 2002. Hal 3-8.

Almatsier, S, 2010. Ilmu Gizi Dasar. PT.Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Bondevik GT, Lie RT, Ulstein M. Maternal hematological status and risk of low birth weight preterm delivery in Nepal. Journal Acta Obstetri Gynecologi. 2001. p.402—408.

Waryono. Gizi reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama; 2010: 35-49.

Titiek Setyowati. Faktor-faktor yang mempengaruhi bayi lahir dengan berat badan rendah. 2010.

Setiawa R, dkk. Hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di ruang perinatologi RSU dr. Slamet Garut Tahun 2009. Jurnal Kesehatan Kartika, 2009.


Article Statistic

Abstract view : 3981 times
PDF views : 5115 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 3 February 2017
Published : 3 February 2017

The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Full Text: PDF

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.