MANAGEMENT OF KUIN RIVER USING THE ECO-HYDRAULIC APPROACH
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Angriani, P., Sumarmi, S., Ruja, I. N., & Bachri, S. (2018). River management: The importance of the roles of the public sector and community in river preservation in Banjarmasin (A case study of Kuin River, Banjarmasin, South Kalimantan – Indonesia). Sustainable Cities and Society, 43, 11-20. doi:https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.08.004
Atima, W. (2015). BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah. Biology Science & Education, 4(1), 83-98.
Bockelmann, B. N., Fenrich, E. K., Lin, B., & Falconer, R. A. (2004). Development of an ecohydraulics model for stream and river restoration. Ecological Engineering, 22(4), 227-235. doi:https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2004.04.003
Boskalis, I., Kokkos, N., Sapounidis, A., Triantafillidis, S., Kamidis, N., Koutrakis, E., & Sylaios, G. K. (2018). Ecohydraulic modelling of Nestos River Delta under low flow regimes. Ecohydrology & Hydrobiology, 18(4), 391-400. doi:https://doi.org/10.1016/j.ecohyd.2018.06.004
Bustos, A. A., Alfredsen, K., Fjeldstad, H. P., & Ottosson, K. (2019). Ecohydraulic modelling to support fish habitat restoration measures. Sustainability, 11(1500), 1-20. doi:doi:10.3390/su11051500
Buzarboruah, P. D. (2014). Rivers and the assame folk life: a right relationship of man and nature. International Journal of Social Sciences, Arts and Humanities, 2(2), 33-45.
Dahliani. (2012). Konsep Pengolahan Tapak Permukiman Di Lahan Rawa, Banjarmasin. LANTING, 1(2), 96-105.
Entwistle, N., Heritage, G., & Milan, D. (2019). Ecohydraulic modelling of anabranching rivers. River Research and Applications, 35(4), 353-364. doi:10.1002/rra.3413
Fadilah, S., & Sasongko, D. P. (2014). Menentukkan Tipe Pasang Surut dan Muka Air Rencana Perairan Laut Kabupaten Bengkulu Tengah Menggunakan Metode Admiralty. Maspari, 6(1), 1-12.
Geonmiandari, B., Silas, J., & Supriharjo, R. (2010). Konsep Penataan Permukiman Bantaran Sungai di Kota Banjarmasin Berdasarkan Budaya Setempat. Paper presented at the Seminar Nasional Perumahan Permukiman dalam Pembangunan Kota, Surabaya.
Ideham, M. S., Sjarifuddin, Anis, Z. A., & Wajidi. (2015). Urang Banjar dan Kebudayaannya. Yogyakarta: Ombak.
Karleen, D. L., Mausbach, M. J., Doran, J. W., Cline, R. J., Harris, R. F., & Schuman, G. E. (1997). Soil Quality: A Concept, Definition and Framework for Evaluation. Soil Science of America Journal, 61, 4-10.
Kodoatie, R. J., & Sugianto. (2002). Banjir, Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Lambut, M. P. (2017). Manusia dan Masyarakat Sungai dengan Kearifan dan Tata Kehidupannya. Paper presented at the Konfrensi Sungai Indonesia III, Banjarmasin.
Maryono, A. (2004). Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai: Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan Wilayah Sungai. Yogyakarta: UGM Press.
Maryono, A. (2007). Restorasi Sungai. Yogyakarta: UGM Press.
Maryono, A. (2014). Pengelolaan Kawasan Sempadan Sungai dengan Pendekatan Integral: Peraturan, Kelembagaan, Tata Ruang, Sosial, Morfologi, Ekologi, Hidrologi, dan Keteknikan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mentayani, I. (2016, 10/05/2016). Identity and Existence Riverside Settlement of Banjarmasin. Paper presented at the Seminar Nasional Universitas Lambung Mangkurat: Potensi, Peluang, dan Tantangan Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah secara Berkelanjutan, Banjarmasin.
Mulet, R. C., King, E., Hoogeveen, D., Duong, L., Lakhanpal, G., Baldwin, T., . . . Webb, J. A. (2016). Two decades of ecohydraulics: trends of an emerging interdiscipline. Journal of Ecohydraulics, 1(1). doi:10.1080/24705357.2016.1251296
Onrizal, O. (2005). Ekosistem Sungai dan Bantaran Sungai (E Learning USU). from Repository e-USU
Pertiwi, N., Sapei, A., Purwanto, Y. J., & Astika, I. W. (2011). Penggunaan konsep ekohidrolik sebagai upaya pengendalian bencana wilayah pemukiman pada Sungai Lawo Kabupaten Soppeng. Forum Pembangunan, 9(1), 26-33.
Rahmitiasari, R., Antariksa, & Sari, K. E. (2014). Perubahan Arah Hadap Bangunan Pada Permukiman Tradisional di Tepi Sungai Kuin Utara, Banjarmasin. Planning for Urban Region and Environment, 3(1), 1-10.
Rosyidie, A. (2013). Banjir: fakta dan dampaknya, serta pengaruh dari perubahan guna lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 24(3), 241-249.
Santoso, I. (2016). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Jakarta: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
SDAD Kota Banjarmasin, -. (2015). Katalog Sungai Kota Banjarmasin. Banjarmasin: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Sebastian, L. (2008). Pendekatan pencegahan dan penanggulangan banjir. Dinamika Teknik Sipil, 8(2), 162-169.
Seybol, C. A., Hemick, J. E., & Brejda, J. J. (1999). Soil Resilience: A Fundamental Component of Soil Quality. Soil Sci, 164(4), 224-233
Supriyantini, E., & Endrawati, H. (2015). Kandungan logam berat Besi (Fe) pada air, sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tanjung Emas Semarang. Kelautan Tropis, 18(1), 38-45.
Suripin, S. (2002). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Ulmi, E. I., & Amal, N. (2017). Kajian ekohidraulik sungai martapura. Jurnal Teknik Sipil & Lingkungan, 1(1), 1-12.
Wigati, R., Maddeppungeng, A., & Pratiwi, B. D. (2017). Kajian alternatif penanggulangan banjir (studi kasus DAS Ciujung Bagian Hulu, Banten). Konstruksia, 8(2), 9-22.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius.v10i1.10453
Article Metrics
Abstract view : 424 timesPDF - 296 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Has been indexed and abstracted by:





















