TEACHERS' AND STUDENTS' VIEWS ON ECONOMIC LEARNING USING DIGITAL COMIC MEDIA FOR STUDENTS
Abstract
Keywords
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Aristian, M. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan e-learning oleh siswa.
Arsyad, A. (2004). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Badan Pusat Statistik. (2014). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2014. Jakarta: BPS. Bandura, A. (1982). Self-efficacy mechanism in human agency. American
Psychologist, 37(2), 122–147.
Bonneff, M. (1998). Komik Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2016). E-Learning and the Science of Instruction: Proven
Guidelines for Consumers and Designers of Multimedia Learning (4th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dalton. (2015). Infrastruktur e-learning.
Darmawan, D. (2014). Pengembangan E-Learning: Teori dan Desain. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Daryanto. (2010). Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
DataIndonesia.id. (2022). Jumlah Pengguna Smartphone di Dunia Tahun 2022.
Jakarta: DataIndonesia.id.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Desplaces, D., dkk. (2015). Kesiapan pelaksanaan online-learning. Ernawati, Y. (2020). Komik Digital Ekonomi untuk Generasi Milenial.
Fadillah, R., & Sari, M. (2021). Pengembangan media komik digital pada pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan IPS, 8(2), 101–110.
Fremaditiya, T. (2012). Indikator e-learning.
Gage, N. L., & Berliner, D. C. (2004). Educational Psychology. Boston, MA: Houghton Mifflin.
GibbonsKunka. (2017). LMS dan aktivitas asynchronous (LMS, Email, Blog, Discussion Board, Collaborate).
Gredler, M. E. (2011). Learning and Instruction: Theory into Practice. Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Gumelar, M. S. (2011). Comic Making: Cara Membuat Komik. Jakarta: Indeks.
Hakim, A. F. (2017). Pengembangan media komik pada materi alat-alat pembayaran internasional. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 5(1), 45–53.
Hakim, A. F. (2017). Pengembangan Komik Digital sebagai Media Pembelajaran Alat-Alat Pembayaran Internasional pada Materi Perekonomian Terbuka.
Hakim, A. F. (2018). Pengembangan Komik Digital sebagai Media Pembelajaran Alat-Alat Pembayaran Internasional pada Materi Perekonomian Terbuka.
Harsasi, M. (2015). Pemanfaatan e-learning di perguruan tinggi.
Ifijeh, G., dkk. (2015). Istilah dan sistem pembelajaran berbasis komputer/web (computer mediated learning, web based training, e-learning).
Internet Live Stats. (2016). Internet Users in the World. Diakses dari https://www.internetlivestats.com
International Telecommunication Union. (2016). Measuring the Information Society Report. Geneva: ITU.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2016). Peta Jalan Broadband Indonesia. Jakarta: Kominfo RI.
Komendangi. (2016). Definisi e-learning (electronic learning).
Kurniawan, K. (2014). Faktor yang mempengaruhi penggunaan e-learning menggunakan UTAUT.
Kurniawan, N. (2012).
Marshall. (2011). Standar e-learning dan manfaat standarisasi.
Mawan, A. (2013). Video-conferencing dan Web Based Training (WBT) dalam pembelajaran.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia Learning (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
McCloud, S. (1993). Understanding Comics: The Invisible Art. New York: HarperCollins.
Miarso, Y. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative Data Analysis: An Expanded
Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Munadi, Y. (2013). Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Referensi.
Murtiyasa, B. (2012). E-learning dan bahan pembelajaran untuk e-learning.
Nugroho, A., & Amalia, S. (2020). Respons siswa terhadap penggunaan komik digital sebagai media pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(1), 55–63.
Olson. (dalam Miarso, 2004). Definisi medium sebagai teknologi penyajian dan distribusi simbol. Jakarta: Prenada Media.
Paulsen. (2004). Guide didactic conversation (Holmberg) dalam e-learning.
Prensky, M. (2018). Education to Better Their World: Unleashing the Power of 21st- Century Kids. New York: Teachers College Press.
Rahmatin, U. (2021). Pengembangan Media Komik untuk Pembelajaran Materi Logika dan Algoritma Komputer.
Rahmatullah, D., Suryani, E., Fatmawati, Merdekawati, A., Yahya, F. (2020).
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital pada Materi Kerjasama
Ekonomi Internasional Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Plampang Tahun Pelajaran 2019/2020.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.
Rinduan, dkk. (2015). Standar mutu penyelenggaraan mata belajar berbasis e-learning. Rosenberg, M. J. (2001). E-Learning: Strategies for Delivering Knowledge in the
Digital Age. New York: McGraw-Hill.
Rouleau, G. (2017). Dampak e-learning terhadap pengetahuan, keterampilan, self- efficacy, dan kepuasan (khususnya pada perawat).
Samson. (1999). American theory of independent study (Wedemeyer) dalam Darmawan (2014).
Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana.
Schunk, D. H. (2020). Learning Theories: An Educational Perspective. Boston, MA: Pearson.
Slavin, R. E. (2000). Educational Psychology: Theory and Practice. Boston, MA: Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2002). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sulaiman, Nurmida Catherine, & Hartono. (2023). Pengembangan komik digital berbasis Canva pada materi APBN. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 11(2), 134– 145.
Supranto. (2000). Statistik: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.
Sutomo, & Kusmaryono, I. (2025). Tren penelitian komik digital dalam pembelajaran: Studi literatur. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 1–12.
Syahputra, R., & Yamin, M. (2023). Media komik digital sebagai sarana pembelajaran interaktif. Jurnal Media Pendidikan, 9(2), 89–98.
Thorpe, S., & Gordon, P. (2022). Visual learning and retention in digital media. Journal of Educational Multimedia, 15(3), 201–215.
Trimo, S. (dalam Kurniawan, N., 2012). Kelebihan dan kelemahan komik sebagai media/sumber belajar.
Varlamis. (2006). Standar e-learning (dalam Marshall, 2011).
World Bank. (2016). World Development Indicators. Washington, DC: World Bank.
Wulandari, D. (2019). Pengembangan media komik sebagai alat bantu pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 77–85.
Yalman. (2013). Kontrol siswa dan kesiapan sebagai variabel penting dalam e-learning.
Yuniarti, L. (2018). Media komik cetak sebagai inovasi pembelajaran di SD. Jurnal
Pendidikan Anak, 7(2), 120–128.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/js.v15i1.25379
Article Metrics
Abstract view : 32 timesPDF - 6 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Has been indexed and abstracted by:





















