GOTONG ROYONG LALAWATANPADA TRADISI HAUL MASYARAKAT BANJAR PAHULUAN DESA ANDHIKA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS
Abstract
Haul tradition for remember person had been deed in Andhika Village. Still continued until now. Village peoples working together be successfullythat religious ceremony. However we claimed many problems out of order goes on village peoples working togetherness. In the global era was needed speed rhythm and profesionalism. In the early, that was grew up catering industries and instant noodles sold on regencyc capital city market. Working togetherness called lalawatan depend on many factors attack.Village peoples working togetherness values in lalawatan areentrenchment or legacy making it still exist. The values is the heritage for the young generation. Not much more if the lalawatan values can be IPS learning sources..
Keywords:Haul tradition, togetherness, and IPS learning sources
Tradisi Haul untuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia di Desa Andhika terus berlangsung hingga kini. Warga desa bergotong royong demi mensukseskan upacara keagamaan tersebut. Walaupun diakui ada beberapa kendala yang menggerus atau mengurangi peran pegotongroyong lalawatan. Era globalisasi yang menghendaki kecepatan dan pofesionalisme, mulai tumbuhnya industri katering dan bumbu masak instant yang marak dijual di pasar ibukota kabupaten. Gotong royong lalawatan tetap bertahan dalam “gempuran” faktor-faktor tadi. Nilai-nilai yang tderkandung dalam gotong royong lalawatan adalah benteng yang membuat kegiatan bersama warga itu tetap ada. Nilai-nilai yang dapat diangkat dean diwariskan kepada generasi muda. Jaddfi tidak berlebihan bila nilai-nilai kegotongroyongan lalawatan dapat menjadi sumber pembelajaran IPS.
Kata kunci: tradisi haul, kebersamaan, dan sumber belajar IPS
Full Text:
PDFReferences
Abdul Djebar Hapip. 2008.Kamus Banjar Indonesia.Banjarbaru: Rahmat Hafiz Al Mubaraq
A.Gazali Usman. 2008.Upacara Tradisional Upacara Kematian Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Jarahnitra
Alfani Daud. 1997. Islam dan Masyarakat Banjar Deskripsi danBanjar. Jakarta: PT grafindo
Koentjaraningrat. 2001. Pengantar Antropologi II. Jakarta: Rineka Cipta
Koentjaraningrat. 2001. Kebudayaan Mentaitas dan Pembangunan.Jakarta: Gramedia
M. Suriansyah Ideham (ed). 2015.Urang Banjar dan Kebudayaannya. Yogyakarta:Ombak
M. Natsir. 2014.Nilai-Nilai Budaya dalam Upacara Haulan K.H. Zaini Abdul Ghani
Martapura Kalimantan Selatan. Yogyakarta: Keppel
Sjarifuddin.dkk. 1980.Sistem Gotong royong Dalam Masyarakat Pedesaan kalimantan
Selatan. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan daerah
Syaharuddin. 2015.Pembelajaran Pendidikan IPS Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Masyarakat Banjar Periode Revolusi Fisik (1945-1950) Di Kalimantan Selatan (Kajian Transformasi Nilai Kejuangan dan Budaya Banjar), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius.v6i02.3464
Article Metrics
Abstract view : 1608 timesPDF - 4934 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Has been indexed and abstracted by:





















