HUBUNGAN KEPATUHAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

Atni Primanadini, Ari Yunanto, Roselina Panghiyangani

Sari


Untuk mendukung petugas kesehatan yang menjaga mutu dan pelayanan yang berkualitas khususnya pelayanan di laboratorium guna mempermudah petugas laboratorium tentang pemahaman dan cara pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan-pemeriksaan sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Rumah Sakit saat ini, maka dari itu petugas laboratorium memerlukan suatu pedoman atau petunjuk pemeriksaan laboratorium, sehingga perlu diketahui keterkaitan hubungan kepatuhan Standar Prosedur Operasional (SPO) dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan SPO ini dilihat dari faktor individu dan faktor organisasi, sedangkan untuk penggunaan APD dilihat dari pengetahuan, sikap dan sarana prasarana menjelaskan hubungan kepatuhan pada SPO dengan penggunaan APD jenis penelitian ini adalah penelitian observational yang bersifat deskriptif dengan metode studi potong lintang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif digunakan bertujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas yaitu kepatuhan terhadap SPO dengan variabel terikat yaitu perilaku penggunaan APD di laboratorium patologi klinik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor individu dengan penggunaan APD (p<0,05), faktor organisasi dengan penggunaan APD (p<0,05) dan kepatuhan dengan penggunaan APD (p<0,05) sedangkan untuk faktor individu yang tidak berpengaruh terhadap penggunaan APD ialah jenis kelamin (p>0,05). Adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan SPO (faktor individu dan faktor organisasi) dengan penggunaan APD.

Kata Kunci


kepatuhan; faktor organisasi; faktor individu; APD

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.411/MENKES/PER/III/2010. Laboratorium Klinik. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. Paradigma Sehat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2010.

Departeman Kesehatan RI. Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan, 2008.

Putra MUK. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Mahasiswa Profesi. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, 2012.

Simamora RH. Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: EGC, 2012.

Sari RY, Suprapti E,Solechan A. Pengaruh sosialisasi SOP APD dengan perilaku perawat dalam penggunaan APD (Handscoon, Masker, Gown) di RSUD Dr.H. Soewondo. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan 2014; 1(1): 1-10.

Oktaviani H, Sulisetyawati D, Fitriana NR. Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Risiko Jatuh Pasien Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Jurnal STIKES 2015; 28(1): 1-10.

Lye-Miake IM Hempel S Ganz DA, Shekelle PG. Inpatient Fall Prevention Programs as a Patient Safety-Strategy A Systematic Review. Annals of Internal Medicine 2013; 158(5): 390-96.

Sanjoto HA. Pencegahan Pasien Jatuh sebagai Strategi Kesehatan Pasien. Sistematik Review. Jakarta, 2014.

Loh DY, Gelinas LS. The Effect of Work Force Issue on Patient Safety. Nursing Economic 2004; 22(5): 266-72.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v2i1.4841

Article Metrics

Sari view : 379 times
PDF - 1350 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats