EVALUASI KELENGKAPAN REKAM MEDIS BERDASARKAN STANDAR KARS 2012 DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO

MH Muflihatul Ulfa, Sri Sundari, Ekorini Listiowati

Sari


Kelengkapan rekam medis merupakan hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan terutama guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RSUM Ponorogo sudah mengikuti akreditasi versi KARS 2012 dengan capaian paripurna pada Agustus 2016. Meskipun status akreditasi paripurna telah diraih namun upaya mempertahankan perbaikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien harus tetap dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan rekam medis di RSUM Ponorogo. Penelitian ini merupakan observasional analitik, pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square. Kelengkapan rekam medis di RSUM Ponorogo yang tercapai sebagian antara lain PAB 7.1, AP 1.5.1, AP 1.6, PP 2.1, PAB 6, PAB 7.2, APK 3.2.1, APK 4.4 untuk sampel menjelang survei akreditasi, sedangkan pada sampel sesudah survei akreditasi, standar yang tercapai sebagian antara lain HPK 6.4, PAB 7.1, AP 1.5.1, AP 1.6, AP 2, PAB 6, PAB 7.2, PAB 7.4 dan APK 4.4. Pada sampel menjelang survei akreditasi, standar yang tidak tercapai yaitu PPK2.1, sedangkan untuk sampel sesudah survei akreditasi yaitu PPK 2.1, MKI 19.3 dan APK 3.2.1. Terdapat beberapa standar yang memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik dalam kelengkapan rekam medis antara menjelang survei akreditasi dan sesudah survei akreditasi yaitu HPK 6.4 (p= 0,001), PAB 7,1 (p=0,018), AP 1.6 (p=0,020), PAB 7.4 (p=0,005), MKI 19.3 (P=0,001).

Kata Kunci


Kelengkapan rekam medis; Standar KARS 2012

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Undang Undang Republik Indonesia. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta, 2009.

Kementerian Kesehatan RI. Standar Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI & KARS, 2011.

Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012 Tentang Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta, 2012.

KARS. Pedoman Tatalaksana Survey Akreditasi Rumah Sakit. Edisi II, Jakarta: KARS, 2013.

Peraturan Menteri Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 / MENKES / PER / III. 2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2008.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta: Dirjen Bina Pelayanan Medik, 2006.

Karp D, Huerta JM, Dobbs CA,.et al. Medical Record Documentation for Patient Safety and Physician Defensibility. Oakland: Medical Insurance Exchange of California, 2008.

RSUM Ponorogo. Profil RSUM Ponorogo Tahun 2016.

Wuryandari G. Peningkatan Kelengkapan Rekam Medis. Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan 2013; 11(2): 60-5.

Kristianto A, Ernawati D. Tinjauan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Berdasarkan Elemen Penilaian Standar JCI di Bangsal Rajawali 4B RSUP DR. Kariadi Semarang Tahun 2015. Jurnal.Semarang: Universitas Dian Nuswantoro, 2015.

Lubis AN. Analisis Pengetahuan Tenaga Kesehatan dengan Ketidaklengkapan Isian Resume Medis di RS. Hospital Cinere Tahun 2009. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia, 2009.

Renta PP, Rosa EM. Evaluasi Pelaksanaan Patient Centered Care di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 1. Jurnal Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2016.

Menteri Kesehatan RI. Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/Menkes/Per/ III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Jakarta, 2008.

Al-Qahtani S. Using Completion of Documentation in Medical Record as a Patient Safety Strategy. 2015. [diakses di http://pcsinternational.org/conference/web /data/2343666.html]

Widyaningrum L. Pengaruh Pre Akreditasi JCI (Joint Commission International) Terhadap Kelengkapan Data Rekam Medis Resume Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. INFORKES 2013; (3): 1-13.

Pamungkas F, Hariyanto T, Woro E. Identifikasi Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jurnal Kedokteran Brawijaya 2015; 28(2).

Pamungkas TW, Marwati T, Solikhah. Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kesmas 2010; 4(1): 17-28.

Aisyah S. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Tindakan Bedah Mata di RS. Mata DR. YAP Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 2013.

Mawarni D, Wulandari RD. Identifikasi Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Jurnal Adminstrasi Kesehatan Indonesia 2013; 1(2): 192-99.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v3i1.4849

Article Metrics

Sari view : 1372 times
PDF - 1047 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




  

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats