HUBUNGAN STATUS GIZI (BERAT BADAN MENURUT UMUR) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA

Crista Lorensa, Galih Indra Permana, Irka Gibriela Mia, Nindya Abelina Octoviani Leiden, Nurul Atdania Lestari, Rugas Pribawa, Adelgrit Trisia, M. Imun, Lestari Lestari

Sari


Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak di negara berkembang. Di Kota Palangka Raya tahun 2016, penyakit ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit. Puskesmas Pahandut memiliki kejadian ISPA tertinggi tiap tahunnya. Faktor yang berkaitan dengan tingginya angka insiden ISPA antara lain status gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi (berat badan menurut umur) terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Pahandut, Kota Palangka Raya pada bulan Maret-Februari tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita berusia 1-5 tahun berjumlah 70 responden yang didapat dengan teknik simple random sampling. Status gizi dinilai berdasarkan data antropometri berupa berat badan/umur dan diinterpretasi dengan Z-score menurut standar WHO 2005. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan Uji Chi Square (x2). Hasil penelitian ini diperoleh balita yang terkena ISPA 31,4% dengan gizi kurang 18,6 % dan status gizi baik 12,9%. Analisis hubungan variabel diperoleh P value 0,000 (P<0,05) yaitu secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi terhadap kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan status gizi (berat badan menurut umur) terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Pahandut, Kota Palangka Raya pada bulan Maret-Februari tahun 2017.


Kata Kunci


Status Gizi; ISPA, Balita

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chalabi DAK. Acute Respiratory Infection And Malnutrition Among Children Below 5 Years Of Age In Erbil Governorate, Iraq. Eastern Mediterranean Health Journal 2013;19(1): 66-70.

Montasser N, Helal R and Rezq R. Assessment and classification of acute respiratory tract infections among egyptian rural children. British J of Medicine & Medical Research 2012; 2(2): 216-27.

World Health Organization (WHO). Millennium Development Goals (MDGs): Reduce Child Mortality. 2012.

Kementerian Kesehatan. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Tatalaksana Pneumonia Balita: Lihat Dan Dengarkan Dari Keselamatan Balita Indonesia Dari Kematian. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2010.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Kalimantan Tengah. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2007.

Djojodibroto RD. Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: EGC, 2009. Hal.273-5.

Rodríguez L, Cervantes E and Ortiz R. Malnutrition And Gastrointestinal And Respiratory Infections In Children: A Public Health Problem. Int J of Environmental Research and Public Health 2011; 8: 1174-1205.

Febrianto W, Mahfoedz I, Mulyant. Status Gizi Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesamas Wonosari I Kabupaten Gunung Kidul 2014. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia 2015; 3(2): 113-18.

Sugeha Y, Ottay RI, Palandeng HMF. Gambaran status gizi anak balita di PPA (Pusat Pengembangan Anak) ID-127 dan CSP (Child SurvivalProgramme) CS 07 Kelurahan Ranomut Manado. Jurnal eBiomedik 2013;1(1): 21-7.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2012. Palangka Raya: Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya; 2013.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Data Laporan Bulanan Data Kesakitan ISPA. Palangka Raya: Dinkes Kota Palangka Raya; 2013.

Puskesmas Pahandut. Data Laporan Rekam Medik balita dan Data Kejadian ISPA pada Balita. Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya; 2017.

Mitayani, Sartika W. Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta: Trans Info Media, 2010.

Utami S. Studi Deskriptif Pemetaan Faktor Risiko ISPA Pada Balita Usia 0-5 Tahun Yang Tinggal di Rumah Hunian Akibat Bencana Lahar Dingin Merapi Di Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2013.

Widoyono. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Edisi 2. Semarang: Erlangga, 2011.

Sirait NH. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas Akut (ISPaA) pada Anak Balita di Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2010. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara, 2009.

World Health Organization (WHO). Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Pedoman Interim WHO. Jenewa: WHO; Juni 2007.

Cahyaningrum PF. Hubungan Kondisi Faktor Lingkungan dan Angka Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Pasca Erupsi Gunung Merapi Tahun 2010. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v3i1.4850

Article Metrics

Sari view : 903 times
PDF - 1049 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




  

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats