ANALISIS PERBEDAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE ANTARA DAERAH BANTARAN SUNGAI DAN DAERAH DARATAN DI KABUPATEN BANJAR

Rudi Fakhriadi, Laily Khairiyaty, Selamat Selamat

Sari


Penyakit diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak lebih dari tiga kali dalam sehari. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis perbedaan pengaruh faktor karakteristik individu dan faktor lingkungan antara daerah bantaran sungai dan daerah daratan di Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case control, menggunakan teknik random sampling dengan sampel berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, lembar observasi, mikrotoise dan timbangan. Hasil analisis daerah Bantaran Sungai menunjukan ada hubungan antara cuci tangan sebelum makan, cuci tangan sebelum mengolah makanan, cuci tangan setelah memegang binatang, dan cuci tangan setelah memegang benda kotor, dengan kejadian diare (pvalue = 0,005). Sedangkan daerah Daratan menunjukan ada hubungan antara cuci tangan setelah BAB, cuci tangan sebelum mengolah makanan dengan kejadian diare (p-value = 0,005). Dapat diambil simpulan bahwa masyarakat membutuhkan informasi mengenai semua hal yang berkaitan dengan diare terutama dalam masalah cuci tangan.


Kata Kunci


Penyakit diare; Bantaran Sungai; Daratan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


WHO. Data and Statistic: Morbididty and Mortality Infectious Disease 2011. Jenewa. World Health Organization, 2012.

Kementerian Kesehatan RI. Data Pravelensi dan Insidensi Penyakit Diare Tahun 2013. Jakarta, Kementerian Kesehatan RI, 2013.

Wajidi. Orang Banjar dan Budaya Sungai [Online]. Banjarmasin:

www.bubuhanbanjar.com. [Accessed 10 Maret 2014 2014]. 2012.

Kementerian Kesehatan RI. Data RISKESDAS Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI, 2008.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Data Pravelensi dan Insidensi Penyakit Diare Menurut Umur Kabupaten Banjar Tahun 2014. Martapura. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, 2014.

Daldiyono. Diare, Dalam: Sulaiman A, Daldiyono, Akbar N, Rani AA, editors. Gastroenterologi-hepatologi. Jakarta: Infomedika, 1990.

Departemen Kesehatan RI. Buku Pedoman Penanggulangan Penyakit

Diare. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI, 1999.

Lebenthal E. Texbook of Gastroenterology and Nutrition in Infancy Second Edition. New York: Raven Press, 1989.

Rohmah N. Hubungan Antara PHBS, Penggunaan Air Bersih, Dan Jamban Sehat Di Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekardangan Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga, 2016.

Sander MA. Hubungan Faktor Sosio Budaya Dengan Kejadian Diare Di

Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Sidoarjo. Jurnal Medika 2005; 2(2): 163-93.

Marlina GO. Hubungan Faktor Sosiodemografi Dan Lingkungan Dengan Diare Pada Anak Balita Di Daerah Aliran Sungai Tondano. Jurnal e-Clinic 2015; 3(3): 820-5.

Umiati. Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Tahun 2009. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010.

Retno P. Hubungan Antara Penyediaan Air Minum Dan Perilaku Higiene Sanitasi Dengan Kejadian Diare Di Daerah Pasca Bencana Desa Banyudono Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2012.

Syamsul A. Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Kalibawang Kabupaten Wonosobo. Artikel.

Wonosobo: Fakultas Keperawan Universitas Ngudi Waluyo, 2017.

Keputusan Menteri Kesehatan RI. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta,

http://www.depkes.go.id, diakses tanggal 5 April 2012, 2011.

Asti N. Hubungan Penerapan PHBS Keluarga Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Tawangmas Kota Semarang. Tesis. Semarang: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Depok, 2012.

Murtiana A, Setiyajati A, Bahri AS. Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Giriwoyo 1 Wonogiri. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia 2014; 7(2): 91-102.

Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar.

Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002.

Wibowo T, Soenarto S, Pramono D. Faktor-Faktor Resiko Kejadian Diare Berdarah Pada Balita Di Kabupaten Sleman. Berita Kedokteran Masyarakat 2004; 20(1): 41-8.

Irianto J, Soesanto S, Supraptini. FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Anak Balita (Analisis Lanjut Data SDKI 1994). Buletin Penelitian Kesehatan 1996; 24(2): 77-96.

Andi TA, Djauhar I, Emy H. Sanitasi Infeksi, dan Status Gizi Anak Balita di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2014; 10(3): 159-68.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v3i2.5071

Article Metrics

Sari view : 2416 times
PDF - 327 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats