IMPLEMENTASI MODEL KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS MASALAH PADA REMAJA PUTRI DI INDONESIA TAHUN 2018

Ika Harni Lestyoningsih

Sari


Permasalahan kesehatan reproduksi remaja menjadi isu internasional. Keadaan yang terjadi di Indonesia, remaja putri lebih takut pada risiko sosial seperti kehilangan keperawanan, hamil di luar nikah yang akan menjadi bahan gunjingan masyarakat dibanding risiko seksual, yang menyangkut kesehatan reproduksi dan kesehatan seksualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisa artikel yang berhubungan dengan implementasi model Kesehatan Reproduksi Berbasis Masalah (KRBM) pada Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) putri. Metode yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari seperti EBSCO dan Sciencedirect. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 1995-2018. Berdasarkan hasil bahwa situasi kesehatan reproduksi remaja putri menjadi isu dibalik masih tingginya angka kematian ibu dan bayi. Kondisi ini diperberat dengan faktor lain seperti, pernikahan dini, kehamilan dini, PMS/IMS, HIV/AIDS, penyakit tidak menular seperti kanker payudara dan leher rahim, aborsi, seks pranikah, gizi dan lain-lain. Keterpaparan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dari lingkungan sosial tentang pendidikan kesehatan melalui pendekatan remaja yang melibatkan teman sebaya, guru BK, keluarga atau orang tua, petugas kesehatan serta stakeholder. Kesimpulan yaitu informasi mengenai masalah kesehatan reproduksi, selain penting diketahui oleh para pemberi pelayanan kesehatan, pembuat keputusan, juga penting bagi stakeholder, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja putri

Kata Kunci


Implementasi KRBM; KRR; remaja putri

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


World Health Organization (WHO). Adolescent development: topics at glance [internet]. 2015. Tersedia pada http://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/adolescence/dev/en/#.

Olgavianita K. Perbedaan pengetahuan kesehatan reproduksi berdasarkan pemanfaatan PIK-KRR di SMA Negeri 1 Ngunter [skripsi]. Surakarta: Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2015.

BPS, UNICEF. Kemajuan yang tertunda: analsis data perkawinan usia anak di Indonesia. Jakarta: BPS; 2015.

Hastuti P, Aini FN, Sartika QL, Kurnasih H. Cegah pernikahan dini melalui pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi. Jurnal Link. 2018; 13(2): 34-7.

Anggraini. Hubungan tingkat kejadian pernikahan dini dengan peran orang tua pada perempuan di bawah usia 21 tahun di Desa Sidoarum Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakata [skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2016.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan, USAID. Survei demografi dan kesehatan Indonesia 2017: Kesehatan reproduksi remaja indikator utama. Jakarta: BPS; 2018.

Devita R, Ulandari D. Gambaran media informasi, pengaruh teman, tempat tinggal dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Kota Palembang Tahun 2017. Prosiding Seminar Nasional Darmajaya. 2017; 1: 1-8.

Ardina M. Akses informasi kesehatan reproduksi. Jurnal Komunikator. 2017; 9(1): 17-24.

Lembaga Demografi FEN UI. Ringkasan studi prioritaskan kesehatan reproduksi remaja untuk menikmati bonus demografi. Jakarta: Lembaga Demografi FEN UI; 2017.

Samidah I, Murwati, Yuhasri E. Hubungan pemanfaatan sumber informasi kesehatan reproduksi dengan sikap dan perilaku seksual pra nikah remaja di SMAN 1 Kaur Tahun 2017. Journal of Nursing and Public Health. 2017; 5(2): 60-7.

Kusumaryani M. Ringkasan studi prioritaskan kesehatan reproduksi remaja untuk menikmati bonus demografi. Jakarta: Lembaga Demografi dan Bisnis Universitas Indonesia; 2017.

Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan indonesia Tahun 2016. Jakarta: Ditjen Kesehatan Masyarakat; 2017.

Kurniasari DN, Iswani H, Pardiono. Pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi (pernikahan dini dan prilaku bersih) di Sampang Madura. Jurnal Kesehatan. 2018; 12(1): 75-85.

Utami LDP. Peran teman sebaya dan paparan media pornografi terhadap perilaku seksual remaja di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu. 2017; 8(1): 47-54.

Mikael. Remaja Kantor KB Yogyakarta Tekankan Pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja 2016 [seminar]. Tersedia pada http://www.jogjakota.go.id.

Noegroho A. Faktor-faktor pengaruhi perilaku kesehatanreproduksi remaja Kabupaten Banyumas. Kawistara. 2015; 5(1): 57-66.

Nuraldila V, Yuhandini DS. Keterkaitan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seks pra nikah pada siswa-siswi kelas XI di SMA PGRI 1 Kabupaten Majalengka Tahun 2017. Jurnal Care. 2017; 5(3): 431-42.

Oktarina J, Margono HM, Purnomo W. Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh sebaya terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan seks pranikah di SMAN 1 Sukamara Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah. 2017. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2017; 20(1): 26-33.

Puspasari, Sukamdi, Emilia O. Paparan informasi kesehatan reproduksi melalui media pada perilaku seksual pranikah: analisis data survei demografi kesehatan Indonesia 2012. Journal of Community Medicine and Public Health. 2017; 33(1): 31-6.

Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadock Buku ajar psikiatri klinis. Jakarta: EGC; 2014.

Setiyaningrum Z. Pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Jakarta: CV. Trans Info Media; 2015.

Tantut S, Rahmawati I, Wantiyah. Pengaruh visualitation in participatory program (VIPP) dan metode ceramah terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan kesehatan reproduksi remaja di Jember. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2017; 8(2): 119-29.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v4i2.5659

Article Metrics

Sari view : 106 times
PDF - 80 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

                

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.